Header ads

Header ads
» » » Zainal Mus Siap Hadapi KPK

TERNATE-KPK menetapkan Bupati Banggai Kepulauan Zainal Mus sebagai tersangka dugaan korupsi pembelian lahan Bandara Bobong bersama kakaknya Ahmad Hidayat Mus. Namun apa daya, Zainal mengaku sudah mengembalikan dana yang diduga diselewengkan itu sesuai rekomendasi BPK tapi kembali ditetapkan menjadi tersangka. "Sudah dikembalikan dana pembebasan lahan Bandara Bobong sebesar Rp4,3 miliar sesuai rekomendasi BPK,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telpon, Minggu (18/3).

Dia mengatakan siap menghadapi kasus hukum dan semua risiko yang akan dipikulnya. “Saya minta semua masyarakat di Banggai Kepulauan tetap tenang. Jangan ada yang terpengaruh, biar saya sendiri yang menghadapi masalah ini,” jelasnya.

Kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, Zainal meminta agar semua bekerja seperti biasa dan tidak terpengaruh dengan informasi penetapannya sebagai tersangka. “Saya berharap penetapan saya sebagai tersangka tidak memengaruhi jalannya roda pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik di Bangkep. Saya juga masih bupati definitif dan akan tetap bekerja seperti biasa sampai ada keputusan yang resmi mengenai jabatan ini,” aku Zainal.

Zainal membenarkan bahwa dirinyalah yang ditetapkan KPK sebagai tersangka bersama AHM dalam kasus dugaan korupsi pembebasan lahan Bandara Bobong. Namun sampai saat ini ia belum mendapat pemberitahuan resmi dari manapun soal penetapan dirinya sebagai tersangka.

Dia kembali menegaskan kasus tersebut sudah pernah ditangani secara hukum oleh Polda Maluku Utara dan dirinya sudah melakukan pengembalian dana yang diduga diselewengkan tersebut sesuai rekomendasi dari BPK. “Namun begitu saya siap menghadapi semua proses hukum dan memikul seluruh risiko yang harus diterima. Saya belum berpikir untuk melakukan langkah-langkah hukum apapun soal penetapan saya sebagai tersangka tersebut,” sambungnya.

Zainal yang berpasangan dengan Rais Adam, terpilih menjadi bupati Banggai Kepulauan pada Pilkada Serentak 2017, dan dilantik Gubernur Sulteng Longki Djanggola pada 22 Mei 2017.

Ia sendiri membenarkan bahwa dirinya telah ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan dan pembebasan lahan Bandara Bobong pada APBD Kabupaten Kepulauan Sula tahun 2009.

Tidak hanya Zainal, Ketua DPRD Kepulauan Sula periode 2009-2014 itu yang jadi tersangka kasus ini, tetapi juga tujuh tersangka lain termasuk AHM, Bupati Kepulauan Sula 2010-2015 yang saat ini menjadi calon gubernur berpasangan dengan Rivai Umar. Sebelumnya KPK mengumumkan penetapan tersangka kepada AHM dan Zainal sebagai tersangka kasus pembelian lahan Bandara Bobong.

Diberitakan sebelumnya, penanganan perkara ini awalnya dilakukan oleh Polda Maluku Utara yang telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka termasuk AHM. Tiga diantaranya telah menjalani sidang dan divonis bersalah. Mereka adalah Ema Sabar, Majistisa, dan Hidayat Nahumarury.

Akan tetapi, AHM dan empat tersangka lainnya yakni Zainal Mus, Lukman Umasangaji, Arman Sangaji, dan M Djoisangaji gugur setelah menempuh jalur praperadilan. Tapi dalam perjalanan kasus ini, KPK mengambil alih penyidikan hingga penuntutan. Pengambilalihan penanganan kasus tersebut berdasarkan surat KPK Nomor : R-4966/01.02/12/2016 bertanggal 15 Desember 2016. Namun penyerahan berkas dari Polda Maluku Utara ke KPK baru dilakukan pada Rabu 6 Desember 2017. (rdx)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama