Header ads

Header ads
» » » Unkhair Agendakan Wisuda Tiga Kali Setahun


TERNATE-Universitas Khairun (Unkhair)  Ternate mengadendakan akan melaksanakan wisuda tiga kali dalam setahun yang sebelumnya hanya dilakukan dua kali setahun. Meski demikian, ini masih dalam tahapan kajian untuk memperhitungkan jumlah wisudawan, biaya dan akomodasi.

Rektor Unikhair, Husen Alting menjelaskan, rencana tersebut masih tahapan kajian dengan mempertimbangkan setiap kali wisuda jumlahnya mencapai 700 wisudawan. Dengan begitu ke depan rencana akan dilakukan tiga kali. Jika rencana ini diterapkan,  kemungkinan akan dibagi menjadi empat bulan sekali pelaksanaan wisuda.

Wisuda tiga kali setahun menurut Husen, membantu mahasiswa tidak menunda wisudanya sekaligus memotivasi mahasiswa menyelesaikan studinya dengan cepat. "Rens atau jangka waktu mahasiswa menyelesaikan kuliah semakin pendek. Jika dibagi maka perempat bulan sudah dilaksanakan wisuda dalam setahun. Apalagi saat ini, mahasiswa lebih banyak menunggu ketika menjelang wisuda baru mengurus administrasi," kata Husen.

Dengan percepatan wisuda, sangat berpengaruh terhadap akreditas program studi maupun unversitas. Sebab target ke depan 50 persen mahasiswa selesai tepat waktu,  didorong dengan percepatan pelaksanaan wisuda.

Husen menilai percepatan studi bukan berarti mengabaikan mutu pendidikan. Dengan begitu akan mendorong mahasiswa pada semester idealnya hanya semester delapan sudah pada akhir studi. “Semua itu kembali ke mahasiswa, walapun sistemnya sudah dirancang dengan baik, namun mahasiswanya malas ke kampus sama saja," terangnya.

Dikatakan, mahasiswa yang terlalu lama menyelesaikan pendidikan melebihi target, akan di droop out (DO). Sebab terlalu lama menyelesaikan studi akan memperlemah akreditasi. "Semakin cepat mahasiswa menyelesikan studi pada tahun ke empat, semakin cepat meningkatkan akreditas," paparnya.

Begitu pula semakin cepat mahasiswa menyelesaikan studinya, dapat membantu meringankan beban orang tuanya. Dengan pertimbangan itu, pihaknya akan mengkaji beberapa strategi sehingga didorong dengan percepatan wisuda. "Berdasarkan kontrak kinerja minimal 50 persen yang wisuda. Contohnya dalam satu tahun ajaran mahasiswa baru 500 orang, saat wisuda setengah dari mereka. Itu yang menjadi target," tandasnya.

Yang perlu dikaji kata Husen, adalah beban oprasional. Seberapa banyak wisuda, maka biaya oprasional tetap sama. Yang terpenting menjaga ritme, setiap kali wisuda dengan angka yang sama. "Jadi kita harus menghitung biaya oprasional dan juga ritme. Sehingga setiap kali wisuda dengan jumlah yang sama," ujarnya. (nod)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama