Header ads

Header ads
» » Selama 2016-2018, Basarnas Malut Selamatkan 339 Jiwa

TERNATE-Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Provinsi Maluku Utara selama tahun 2016-2018 berhasil menuntaskan 384 misi penyelamatan kecelakaan dan musibah di wilayah Malut.

Data rekap musibah yang ditangani unit pertolongan Basarnas semenjak Januari-Desember tahun 2016 dengan total 246 kejadian. Jumalah itu, musibah kecelakaan pelayaran sebanyak 24 kejadian, presentase penyelamatan 66,77 persen, kecelakan penerbangan 0 kejadian, presentase 0, bencana alam 1 kejadian, 2,78 persen kondisi membahayakan jiwa manusia 11 kejadian atau 30,56 persen. Rekap sesuai klasifikasi korban selamat 219 jiwa, meninggal 17 jiwa dan hilang 9 jiwa, total 246 jiwa.

Sementara tahun 2017 Januari-Desember terdapat 29 musibah pelayaran presentase penyelamatan 85,29 persen, musibah penerbangan 0 persen, kondisi membahayakan jiwa manusia 2 kejadian 5,88 persen, bencana alam 3 kejadian 8,22 persen. Rekap sesuai klasifikasi korban selamat 120 jiwa, korban meninggal 6 jiwa dan korban hilang 12 jiwa, total 138 jiwa.

Menurut kapala kantor Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Provinsi Malut, Mustari, wilayah Malut didominansi kecelakanan pelayaran, salah satunya evakuasi terhadap puluhan WNA dari atas kapal asing yang bertolak dari Australia ke Jepang. kapal tersebut ditejang badai dan gelombang tinggi hingga mati mesin di perairan Malut. Meski demikian, dari sisi SDM personil Basarnas masih kurang namun. Ia megakui dalam pelaksananan operasi SAR , pihaknya dibantu TNI-Polri serta masyarakat.

Setiap operasi dinamakan Operasi SAR gabungan karena melibatkan semua unsur termasuk masyarakat. “Kami hanya miliki dua Pos SAR Ternate dan Tobelo rencana tahun ini Basarnas akan membuka unit pos SAR di Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan untuk memback up kejadian di wilayah Selatan,” kata Mustari. (crc)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama