Header ads

Header ads
» » » Santunan Yatim Piatu Ditelusuri Bawaslu

TERNATE-Beramal ditengah momen kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur, akan menimbulkan kecurigaan. Meski yang memiliki hajat murni ibadah kepada Allah SWT. Seperti dilakukan Paslon AHM-Rivai menyantuni anak yatim piatu di kediaman AHM, jalan Mononutu Ternate, Senin (19/3) lalu.

Niat ibadah itu kini disoroti Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Ternate, karena status AHM-Rivai sebagai calon gubernur. Informasi yang dihimpun, 1.600 yatim piatu datang ke rumah mantan Bupati Kepulauan Sula itu menerima santunan per orang Rp. 100 sampai Rp 200 ribu.

Santunan itu kini, ditelusuri Panwaslu Kota Ternate untuk mengumpulkan bukti-bukti dugaan pelanggaran pidana pemilu dalam kampanye. Dugaan bagi-bagi uang ini bertentangan pasal 187 A UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang politik uang.

Ketua Panwaslu Kota Ternate Rusly Saraha mengatakan, laporan terkait praktek bagi-bagi uang (money politic) oleh paslon AHM-Rivai saat menggelar kampanye di kediaman AHM. "Informasi bagi-bagi uang ini kita dapat dari Panwas lapangan, jadi kita akan mengumpulkan semua bukti-buktinya," katanya kepada wartawan, Selasa (20/3).

Rusly menyebutkan, informasi awal yang dilaporkan ada tiga aktor yang membagi-bagikan uang kepada anak yatim. Namun dari laporan yang diperoleh tidak hanya anak-anak yatim yang menerima santunan, tetapi ada juga beberapa orang tua yang saat itu mengantar anak-anak tersebut. "Modusnya adalah pemberian santunan kepada anak-anak yatim," ucapnya.

Menurutnya, kasus yang satu ini apakah memenuhi unsur pidana pemilu atau tidak, sebagaimana dalam pasal 187 A UU nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada, akan dikaji bersama antara Gakkumdu.  Saat ini, Panwaslu sedang mengumpulkan bukti dan saksi-saksi beserta nama terlapor. Sanksi pidana sendiri, apabila terbukti pelanggaran pidana pemilu maka yang memberi atau penerima, keduanya akan diberi sanksi.

Tak hanya itu kata Rusly, apabila ini terbukti dan memenuhi unsur terstruktur, sistematis dan masif (TSM), maka berdampak pada pemberian sanksi kepada calon berupa diskualifikasi atau diberhentikan dari peserta. "Secara administrasi dia (calon) bisa di diskualifikasi. Besok (Rabu red) kita akan panggil yang menemukan itu dan juga saksi-saksi," janjinya. (jun)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama