Header ads

Header ads
» » » Modus Undangan MK-Maju Terselip Uang

TERNATE-Panwas Kecamatan (Panwascam) Ternate Tengah serta tim Sentra Gakkumdu Kota Ternate nyaris menangkap tindakan politik uang atau money politik yang diduga dilakukan tim pasangan calon Muhammad Kasuba dan Majid Husen (MK-MAJU) di Kelurahan Kampung Makassar Barat.

Sesuai informasi, praktek politik uang itu diduga dilakukan tim MK-Maju dengan modus membagikan undangan kampanye kepada masyarakat, setelah undangan dikembalikan kepada tim untuk menerima imbalan uang ratusan ribu rupiah. Sayang, saat Panwascam Ternate Tengah dan tim Gakkumdu hendak bereaksi untuk menangkap, terlebih dahulu diketahui dan akhirnya rencana penangkapan belum membuahkan hasil. Meski begitu ada beberapa barang bukti yang sudah disita.

Ketua Panwascam Ternate Tengah, Ismun Buamona mengaku, dugaan praktek politik uang terjadi di Kelurahan Kampung Makassar Barat, dimana yang menerima laporan tersebut adalah anggota PPL Kampung Makassar Barat. “Itu tempatnya di Kampung Makassar Barat, ditemukan langsung PPL Kampung Makassar Barat, dan tadi kita bersama-sama dengan Panwascam dan PPL, serta tim Gakkumdu turun di Kampung Makassar Barat,” katanya kepada wartawan, Kamis (22/3).

Dikatakan, setelah informasi diterima, Panwascam dan Tim sentra Gakkumdu langsung menuju ke lokasi. Disana mereka mendapat kebenaran informasi itu. Hasilnya, ada saksi yang mengaku membawa undangan dari Paslon MK-Maju untuk ditukar dengan uang di salah satu rumah milik warga.

“Kita mendapatkan dua orang saksi, ada dua orang saksi yang kemudian melapor, laporan ini karena ketidakpuasan terhadap salah satu tim Paslon yang menjanjikan uang diberikan tidak sesuai. Itu yang menjadi ketidakpuasan dan melapor ke PPL dan kemudian kita tindaklanjuti,” ucap Ismun.

Ismun mengungkapkan, pihaknya bersama Gakkumdu Kota Ternate telah menyita barang bukti berupa dua orang saksi, undangan MK-Maju serta uang Rp 150 ribu. “Sekarang lagi pengembangan kasus terkait dengan syarat-syarat formil, dalam hal ini masih dikembangkan tim Gakkumdu untuk memenuhi syarat-syarat materilnya. Jadi nanti akan dimintai keterangan tim Gakkumdu dan Panwas Kota, mereka meminta keterangan dua orang saksi itu dari Panwascam dan PPL, itu yang akan dimintai dalam rangka pemenuhan syarat-syarat materil,” jelasnya.

Dijelaskan, alat bukti uang Rp 150 ribu diperoleh dari dua warga yang menerima uang tersebut langsung dari orang yang membagi-bagikan undangan MK-Maju. “Satu orang menerima uang Rp 100.000 dan satunya lagi menerima uang Rp 50 ribu, uang itu telah kami sita,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Panwaslu Kota Ternate Rusly Saraha mengatakan, cara-cara instan yang dilakukan ini akan merusak mentalitas pemilih dan masyarakat. Peristiwa ini kata Rusly menggambarkan partai tidak mampu memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat, karena praktek seperti ini dilakukan dengan cara yang tidak etis. “Dari sisi ketentuan politik, uang itu jelas poinnya di pasal 187 (a) pemberi dan penerima sama-sama diberikan sanksi minimal 36 bulan dan masksimal 72 bulan ditambah denda Rp 200 juta sampai Rp 1 miliar,” katanya.

Karena itu, Panwaslu Kota Ternate secara institusi akan menindaklanjuti peristiwa yang ditemukan itu dengan memintai keterangan atau klarifikasi terhadap pihak yang terlibat dalam proses dugaan praktek politik uang tersebut. “Prosesnya akan dilakukan di Gakkumdu, besok (hari ini-red) akan dilakukan pemanggilan, terkait modus bagi-bagi santunan, kemudian hari berikut kita rencakan memanggil orang-orang yang diduga ada keterlibatan tim MK-Maju saat bagi-bagi uang kepada masyarakat,” tandasnya. (jun)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama