Header ads

Header ads
» » Masrul Anggap Gakumdu Salah Kiprah

TERNATE-Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI Maluku Utara Masrul H. Ibrahim mengatakan, kasus yang diproses Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) terkait dengan pidana pemilu dianggap salah kaprah. Menurut Masrul, kehadirannya ke pasangan calon (Paslon) Burhan Abdurahman-Ishak Jamaludin (Bur-Jadi) dan Abdul Gani Kasuba dan M. Al Yasin Ali (AGK-YA) sesuai mekanisme.

Menurutnya, pasal 186 A Undang-undang (UU) nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi sandaran dirinya untuk dijerat sangat keliru. Sebab, ia baru mendapat SK pembatalan dan SK pengalihan sehari setelah pendaftaran Paslon Bur-Jadi tanggal 9 Januari 2018.  "Pasal yang digunakan Gakkumdu itu dianggap pidana pemilu jika pendaftaran dilakukan tidak sesuai dengan SK pengurus Pusat," katanya kepada wartawan, Minggu (11/3) 

Masrul menjelaskan, saat pendaftaran Paslon Bur-Jadi tanggal 8 Januari 2018 ia belum mendapat SK pembatalan dan SK pengalihan. Karena itu ia mengganggap pasal ini tidak tepat jika diterapkan pada kasus ini.

Yang jelas menurutnya, formulir B1 KWK untuk Bur-Jadi dari DPN dan B1 KWK untuk AGK-YA juga dari DPN. "Kita tidak mungkin melakukan sesuatu yang tidak diperintahkan DPN. Karena itu Gakkumdu menjerat saya dengan pasal 186A tidak pas," tangkisnya.

Dikatakan, SK pembatalan dan pengalihan pada tangggal 5 Januari 2018 itu baru sebatas informasi. Sebab itu informasi tersebut tidak menjadi alasan kuat tidak menghadiri pendaftaran Bur-Jadi. "Memang sebelum pendaftaran saya sudah mendengar informasi itu. Tapi tidak menjadi dasar kuat untuk tidak hadir karena saya belum mendapat SK fisik. Kalau SK sudah dipegang, saya tidak berani menghadiri pendaftaran," jelas Masrul.

Diungkapkan, SK pembatalan dan SK pengalihan tanggal 5 Januari 2018 itu  tidak diberi tahukan DPN, malah SK tersebut diketahui justru dari tim AGK-YA pada tanggal 9 Januari 2018. "Jadi DPN tidak memberi tahu kepada kita perihal SK pembatalan dan SK pengalihan dukungan itu. Kita tahu dari Tim AGK-YA," ungkapnya.

Masrul mengaku kehadirannya saat pendaftaran Bur-Jadi karena dipaksa oleh oknum tertentu. "Sebenarnya saya tidak mau menghadiri pendaftaran. Tapi saya dipaksa sehingga dengan terpaksa saya dan sekretaris hadir pada pendaftaran," katanya. (jun)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama