Header ads

Header ads
» » Maluku Utara Kembali Inflasi 0,36.

TERNATE-Berdasarkan Rilis resmi yang disampaikan Badan Pusat Statistik Maluku Utara (BPS Malut)  untuk Kota Ternate kembali alami inflasi pada sebasear 0,36 persen lebih tinggi dibandingkan nasional yanh hanaya sebesar 0,17 namun jika diliat dari pertumbuhan ekonomi malut Infasi pada Kisaran 0,36 masih sangat baik.

Kepala BPS Maluku Utara Misfajrudin Ketika menyampaikan rilis pada Kamis (1/3) kemarin Pada Februari 2018, Kota Ternate mengalami inflasi sebesar 0,36 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 134,19. Sedangkan Nasional mengalami inflasi sebesar 0,17 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 132,32. Dari 82 kota IHK, 55 kota mengalami inflasi, sisanya mengalami deflasi dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura sebesar 1,05 persen, Kota Merauke sebesar 0,90 persen, dan Kota Ambon sebesar 0,67 persen. "Inflasi kita dikisaran kaya gini masih cukup baik karena ada beberapa daerah yang jauh lebih tinggi," ungkapanya.

Sedangka dilihat dari Inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar 1,02 persen dan inflasi year on year Kota Ternate sebesar 2,33 persen.Sedangkan inflasi tahun kalender dan inflasi year on year Nasional yaitu masing-masing sebesar 0,79 persen dan 3,18 persen.
Pada Februari 2018, Kota Ternate mengalami inflasi di enam kelompok pengeluaran dan deflasi di satu kelompok lainnya.

"Adapun inflasi di enam kelompok pengeluaran tersebut yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,72 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,16 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & han bakar sebesar 0,19 persen; kelompok sandang sebesar 1,21 persen kelompok kesehatan sebesar 1,17 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,32 persen. Sedangkan deflasi di satu kelompok pengeluaran yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen," jelsnya dalam rilisnya.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Maluku Utara, pada pasar tradisional dan pasar modern di Kota Ternate, bulan Februari 2018 mengalami inflasi 0,36 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 133,71 pada Januari 2018, menjadi 134,19 pada Februari 2018. Tingkat inflasi tahun kalender Februari 2018 sebesar 1,02 persen dan tingkat inflasi Year on Year (Februari 2018 terhadap Februari 2017) sebesar 2,33 persen.

Beberapa komoditas yang dominan mempengaruhi terjadinya inflasi pada Februari 2018 antara lain "beras, daging ayam ras, selur tomat sayur, jeruk, salak, lemon cina, pasir, celana panjang jeans pria, dan pampers, "ungkapnya

Pada Februari 2018, kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan inflasi masing-masing sebagai berikut kelompok bahan makanan 0,15 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,03 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,07 persen,kelompok sandang 0,07 persen; kelompok kesehatan 0,04 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,01 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan -0,01 persen. (nod)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama