Header ads

Header ads
» » KNPI Dukung Polda Perangi Hoax dan SARA

TERNATE-Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku Utara mendukung Polda memerangi isu Hoax dan SARA. Dukungan itu dilakukan untuk menghindari kerawanan pemilihan Gubernur dan wakil gubernur 2018. Deklarasi dukungan dipustakan di Land Mark Ternate, Sabtu (10/3).

Deklarasi ini dipimpin langsung Ketua DPD KNPI Malut, Thamrin Ali Ibrahim. Menurut Thamrin, isu viral lewat media sosial dan media elektronik yang tidak tertanggung jawab, terutama menjelang Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019. Karena itu, pemuda Indonesia menjadi bagian penting membendung melebarnya isu-isu yang menyebabkan perpecahan dan konflik di masyarakat terutama pada anak muda sebagai generasi penerus.

Dikatakan, anak muda memiliki tanggung jawab pada Negara guna menciptkaan iklim kehidupan yang damai demi keberlanjutan pembangunan di Indonesia. "DPD KNPI Maluku Utara mendukung program anti Hoax serta anti isu SARA sekaligus memberikan dukungan penuh kepada Polda Maluku Utara beserta jajaran dalam Proses penegakan hukum  terhadap pelaku Hoax dan SARA,"  pinta Thamrin.

Thamrin menjelaskan, masuknya isu-isu radikalisme yang berbau SARA karena Maluku Utara merupakan daerah yang terdiri 791 pulau, dan didiami sebanyak 200 pulau. Dengan begitu, akan menjadi akses pintu masuk yang membuat situasi daerah terganggu.

Sebaliknya sebaran 31 etnis dan sub etnis menjadi potensi empuk yang berpotensi terjadi gesekan isu etnis. “Menyikapi hal ini KNPI Malut bersama pemerintah daerah,  Polri dan TNI melakukan upaya mitigasi dan early warning sistem atas kemungkinan dan peluang terjadinya konflik,” ujarnya.

Menurutnya, pemuda menjadi kekuatan dan harapan negara harus mengambil bagian menjaga dinamika pembagunan dari waktu ke waktu yang semakin baik. Menurut Thamrin, deklarasi mendukung proses penegakan hukum terkait pelaku Hoax dan SARA sebagai bentuk kepedulian karena isu melalui media sosial cukup rentan memicu konflik masyarakat. Mengingat Maluku Utara merupakan daerah yang pernah terjadi Konflik SARA.

"Isu hoax dan SARA terutama menghadapi Pemilukada Malut 2018 rawan dimanfaatkan kelompok kepentingan. “KNPI Malut sebagai Organisasi Pemuda terpanggil turut memerangi hoax dan SARA," jelasnya. Seraya menambahkan, deklarasi ini diikuti DPD KNPI provinsi dan  kabupaten/kota. (san)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama