Header ads

Header ads
» » » Kesultanan Kecam Soya-soya yang Tampil di LIDA Indosiar

TERNATE-Kesultanan Ternate mengecam  tarian soya-soya ditampilkan di Liga Dandut (Linda) Indosoar  dianggap melenceng, karena dalam tarian tersebut seharusnya tidak dilibatkan perempuan.  Masyarakat Malut menganggap  tarian soya-soya dipercaya sangat sakral tersebut menceng. Pihak kesultanan Ternate meminta  penyelenggaran  meminta maaf pada empat Kesultanan  di Malut.

Hampir seminggu terakhir terjadi perbincangan hangat  masyarakat Malut melalui  media sosial (Medsos) seperti facebook, Instagram dan  twitter  ikut di bahas  tarian soya-soya sebagai salah satu warisan kebudayaan Malut  itu dipentaskan di ajang Liga Dangdut Indosiar (Lida) membuat masyarakat  khususnya budayawan Maluku Utara  geram.

Budayawan Malut Ridwan Dero mengatakan, apa dilakukan  menyalahi nilai budaya yang dianut  masyarakat Malut. Ridwan  meminta  penyelenggara  meminta maaf kepada masyarakat Malut khususnya empat Kesultanan."Saya tersinggung berat dan itu tidak boleh terulang lagi, seharusnya penyelenggara meminta maaf kepada empat kesultanan, yakni Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo karena budaya ini  milik empat kesultanan," ujarnya saat ditemui di Hotel Bolivard. Selasa (6/3).

Menurutnya,  dalam sejarah tarian soya-soya, penarinya  laki-laki  bukan perempuan karena soya-soya   digunakan  Sultan Babulah sebagai sebuah angkatan perang  merebut jenazah sultan Khairun di Benteng Kastela. "Jadi yang merebut itu laki-laki dan juga dalam sejarah tidak dilakukan perempuan, tapi yang saya lihat di Lida  mementaskan tarian soya-saya yang penarinya  bukan pria tetapi wanita," sesalnya.

Hal ini  merupakan  pergeseran nilai dan  penyalagunaan budaya. “Ttidak boleh kita salah gunakan, kalau  tarian soya-soya  musti laki-laki, kalau perempuan berarti salai Jin Ini yang harus  diluruskan, saya sebagai  budayawan  sangat tersinggung apalagi yang punya tarian, mereka  tersinggung itu tidak boleh dilakukan  perempuan," ungkapnya. (aky)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama