Header ads

Header ads
» » » Kadinkes Klaim, Guzi Buruk di Halteng Turun

WEDA-Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten  Halmahera Tengah Fauji Almari mengklaim, Halmahera Tengah tidak termasuk  kasus gizi buruk tertinggi kedua di Maluku Utara sebagaimana diberitakan media ini. "Kita tidak termasuk dalam kasus gizi buruk yang tinggi, melainkan kasus gizi buruk di Halteng menurun," kata Fauji Minggu (4/3).

Dijelaskan, pada tahun 2017 di Halteng terdapat 4 kasus sementar tahun 2018 hanya 2 kasus gizi buruk. Meski kasus gizi buruk turun,  karena tahun 2018 belum ada data tertinggi gizi buruk yang dipublikasikan.

Ia mengakui, penanganan  gizi buruk  pihaknya melakukan penanganan disetiap Puskesmas dengan memberikan makanan tambahan juga ada partisipasi kepala desa. Selain itu,  operasional puskesmas untuk penanganan gizi buruk ada di semua desa  di Halteng.  "Jadi kita sudah ada penanganan gizi buruk," katanya. 

Disebutkan, kasus gizi buruk terdapat di kecamatan Patani Utara dan kecamatan Weda Tengah dengan dua kasus. Sementara  tahun lalu ada empat kasus guzu buruk di Kecamatan Patani Utara, Kecamatan Weda Tengah dan Kecamatan Weda Utara.

"Penyebabnya bisa  sejak lahir berat badan rendah, disertai penyakit penyerta misalnya, malaria atau diare membuat tidak nafsu makan sehingga gizinya menurun," paparnya. Ia  mengajak agar penanganan gizi buruk terus  efektif karena itu berkaitan dengan kemiskinan. Penanangan harus secara kolektif melibatkan semua instansi terkait yakni Dinsos dan kesra "Mereka juga harus kerja apabila gizi buruk bersinggungan dengan kemiskinan, bukan hanya Dinas Kesehatan," jelasnya. (hrn) 

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama