Header ads

Header ads
» » » Gubernur Lemhanas : Maluku Utara Punya Tradisi yang Kuat

SOFIFI-Gubernur Lemhanas Letjen TNI Agus Widjojo mengatakan, Maluku Utara memiliki tradisi yang kuat dalam toleransi, saling menghargai perbedaan disertai dengan komposisi masyarakat yang beragam, namun tetapi toleransi bukan merupakan suatu hal yang baru. Dikatakan, sejak lama, dilihat dalam sejarah pengaruh hal-hal yang disampaikan para Sultan, menjangkau sampai Irian Barat untuk menjadi tujuan wawasan nusantara.

“Ucapan apapun yang dikeluarkan seorang pejabat pada lingkupnya, dan tindakan kebijakan apapun harus dipikirkan implikasinya bagi Indonesia. Ini sudah diberikan contoh Maluku Utara," urai Agus usai upacara pembukaan pemantapan nilai-nilai kebangsaan bagi birokrat, akademisi, dan tokoh masyarakat, Selasa (20/3).

Menurutnya, pemantapan nilai-nilai kebangsaan intinya saling bertukar informasi dan pengalaman untuk memperkuat nilai kebangsaan. Ditengah dinamika lingkungan strategis yang semakin berubah dan memberikan tantangan baru bagi masyarakat, penting karena jika tidak mempersiapkan diri, maka menjadi sebuah ancaman persatuan dan kesatuan bangsa dan jati diri bangsa.

Dikatakan, Lemhanas berbagi pengalaman dengan mendiskusikan cara terbaik menghadapi tantangan itu, terutama era globalisasi banyak nilai kembangsaan menurun. Sebagaimana dilihat di Indonesia, masih berada pada masa transisi menuju demokrasi yang semakin mantap. "Pada masa lalu kebebasan berpendapat tidak terlalu diberikan, dan saat ini dibuka dan siapa pun bisa menyatakan pendapatnya secar terbuka," paparnya.

Dijelaskan, Indonesia mengalami transisi dan kini generasi muda mulai muncul dengan cara berpikir dibandingkan dengan genarasi sebelumnya yang dalam perjalanan hidup dibentuk situasi yang berbeda dari generasi sebelumnya.

Kemajuan teknologi, terutama teknologi informasi kedepan harus dipersiapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang dilakukan manuasi di masa depan akan dilakukan mesin, karena telah memasuki era digitalisasi sebagaimana yang terlihat pada generasi muda saat ini.

Dengan informasi mengurangi kebutuhan beriteraksi dalam sebuah kegiatan sosial. "Kedepan hal itu semakin tajam dan perlu diantisipasi, sehingga tidak memberikan pengaruh negatif dan tetap memilihara nilai-nilai kebangsaan dan jati diri bangsa Indonesai," pintanya.

Kegiatan ini dihadiri Plt. Gubernur Malut Natsir Thaib, Para Deputi Lemhanas, Forkopimda Malut, Sultan Tidore serta narasumber dan diikuti 100 peserta dari kalangan Birokrat, Akademisi, Tokoh Masyarakat serta TNI dan Polri. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 8 hari mulai 20-27 Maret 2018 dan akan diisi dengan berbagai materi nilai dan wawasan kebangsaan, diskusi kelompok, simulasi dan Out Bond untuk penyegaran.

Usai mengikuti kegiatan, diharapkan peserta memiliki kemampuan memahami nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari 4 konsensus dasar bangsa, memahami paradigma nasional yaitu wawasan nusantara, ketahanan nasional, dan kepemimpinan nasional, serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai kebangsaan sesuai dengan peran dan posisinya masing-masing di masyarakat.

“Sebagai bangsa yang disatukan karena perbedaan dan kemajemukan, nilai-nilai dan wawasan kebangsaan merupakan prasyarat mutlak yang harus dijaga. Melihat kondisi SDM yang cukup besar secara kuantitas, masih belum memenuhi harapan dari segi kualitas. Mentalitas dan moralitas, termasuk etos kerja, nasionalisme, dan patriotisme perlu untuk ditanamkan dan ditumbuhkembangkan”, ujar Gubernur Lemhanas dalam sambutannya. (fab/REM-152)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama