Header ads

Header ads
» » Bendahara Kasda Taliabu Jadi Tersangka Korupsi DD

TERNATE-Polda Maluku Utara menetapkan PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, Agumaswaty Toyib Koten, sebagai tersangka dugaan korupsi dana desa (DD). Diduga kasus ini merugikan negara senilai Rp4,2 miliar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Maluku Utara AKBP Henri Badar mengatakan, Agumaswaty Toyib Koten merupakan Kepala Bidang Perbendaharaan dan Kas Daerah Kabupaten Pulau Taliab.

Menurutnya, dari hasil gelar perkara pekan kemarin, penyidik Ditreskrimsus telah menetapkan Agusmawati Toib Koten sebagai tersangka. “Sudah dilakukan gelar penetapan tersangka, jadi ATK (Agusmawati Toib Koten) sudah ditetapkan menjadi tersangka,” aku Hendri, Minggu (11/3).

Meski bendahara kas daerah itu telah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik masih terus melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut. Penyidikan itu dilakukan untuk menelusuri dugaan keterlibatan pihak lain yang berpotensi menjadi tersangak selain Agusmawati Toib Koten. “Penyidik masih terus lakukan sidik termasuk pemeriksaan saksi-saksi,” katanya. Informasi yang dihimpun, bendahara kas daerah Pulau Taliabu itu akan dipanggil dan diperiksa sebagai tersangka pada Selasa, (13/3).

Dugaan pemotongan dana desa diduga dari kabupaten hingga kecamatan. Pemotongan hingga Rp45 juta per desa dengan rincian rekomendasi camat 8 kecamatan masing-masing Rp2 juta, Kepala BPMD Rp3,5 juta, P3MD Rp12 juta, Pembendaharaan dan Kas Daerah Rp11 juta, dan Bank BRI unit Bobong Rp3,5 juta. Jika dikalikan 71 desa, maka dana desa yang disunat Rp 4,260 miliar. Dana tersebut kemudian ditransfer ke rekening CV Syafaat Perdana melalui BRI unit Bobong pada Sabtu 8 Juli 2017. CV Syafaat Perdana diketahui milik Agumaswaty Toyib Koten.

Dia dijerat Pasal 2 ayat 1 dan/atau Pasal 3 jo Pasal 18 ayat 1 huruf b UU RI No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (san)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama