Header ads

Header ads
» » » Antam Bantah Menipu Peserta Tes

TERNATE-PT Aneka Tambang Tbk  Maluku Utara membantah melakukan penipuan proses rekrutmen peserta tes 24 Februari 2018 lalu. Rekrutmen tenaga kerja diperusahan  milik BUMN ini dilaksanakan  pihak ketiga PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS).

Dikatakan,  tes yang digelar di Kecamatan Subaim, Buli dan Maba itu  sudah sesuai prosedur. Sebelumnya PT Antam diduga melakukan penipuan terhadap  peserta karena dinilai tidak transpransi dan sarat  napotisme. Antam dituduh  mempriotaskan peserta tes  masayarakat lingkar tambang yakni Putra -Putri Halmahera Timur (Haltim) dan Pamola asal Makasar diakui pihak PT Antam.

JE Administrator PT Antam Roni Hayat  mengatakan, diberita  jumlah peserta 751 orang sebanarnya sebanyak 1.700 yang lulus  berkas administrasi bukan peserta 700-an. Menurut Roni, tiga tempat  tes  dibagai dalam dua sisi tes untuk satu tempat. Tes pertama dan kedua masing-masing 250 orang.  Paling banyak  di Kecamatan Buli sebanya 700 peserta  dibagai dua sisi tes.

"Dalam tes itu tidak mengunakan nomor tes tapi mengunakan nomor urut. Ada nomor tes  ditempelkan di masing-masing meja," bantah Roni yang didampingi dua rekannya di pondok Katu, Kelurahan Kalumpang, Selasa (6/3). 

Roni mengatakan, tuduhan  tidak transparnasi dan unsur nepotisme memperiotaskan peserta lingkar tambang sebanarnya keliru. Meski demikian pihaknya mengaku, masayarakat lingkar tambang lebih dipriotaskan karena mereka diberi hak mengekuti tes tersebut. Roni menjelaskan, tes dilakukan  PKSS sebagai pihak ketiga karena diberi bertangubg jawab full. Hasilnya seperti apa  adalah keputusan PKSS. 

"Masalah ini mungkin bentuk kekecawan  peserta yang dinyatakan tidak lulus. Prinsipnya rukretmen dilakukan secara terbuka  tidak ditutupi. Antam hanya pengontorol rekrutmen. Tidak ada intervensi  menuntukan siapa yang lulus dan tidak," jelasnya.

Sebelumnya, Aneka Tambang Tbk UPN Maluku Utara diduga menipu peserta yang mengikuti tes penerinaan karyawan di Subaim dan Maba, Halmahera Timur. Antan dianggap tidak transparan dan nepotisme serta memanipulasi dalam seleksi karyawan dengan meloloskan calon peserta yang sudah dinyatakan gugur.

Salah satu peserta tes berinsial WS (28)  mengatakan,  Antam saat membuka rekrutmen tenaga kerja  bekerja sama dengan PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) berjalan mulus. Semua berkas administrasi 751 peserta dinyatakan lulus. Tahapan tes tanggal 24 Februri 2018  dibagai dalam tiga zona yakni  Subaim 250 peserta, Buli 251 peserta dan 250 peserta.

Anehnya setelah mengekuti tes psikotes banyak kejangkalan dan kecurangan seperti terjadi di Buli ada 251 peserta. Bukanya mengurangi peserta yang tidak lulus justru bertambah  menjadi 376 peserta.

"Jadi yang lulus berkas 751 orang.  Tes psikotes dibagi 3 tempat yakni Subaim berjumlah 250, Buli 251 dan Maba 250 orang. Setelah psikotes hasilny banyak kecurangan. Ia mencontohkan,  tes psikotes di Buli berjumlah 251 TPI, namun  yang lulus 376 otomatis jumlahnya sudah  bertambah,” ungkap WS.

Menariknya, salah peserta tes bernama Apriadi M Taher dengan nomor tes 125, dinyatakan tidak lulus psikotes  diganti nomor tesnya menjadi 310 dan dinyatkan lulus. Tes Antam ini  tidak transparan dan sarat napotisme karena lebih mempriotaskan peserta asal Haltim dan Pomala Sulwesi Tengah. Rata-rata peserta luar Haltim dinayatakan gugur.  Sudah begitu, tidak ada kejalasan pihak PT Antam. “Ada perminan¸ padahal tes ini untuk umum. Kami  minta Antam harus jelaskan persoalan ini sehingga ada kejelesan," pintanya. (san)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama