Header ads

Header ads
» » Tranfer DD di Halteng Sudah Masuk Rekening Daerah

WEDA-Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Halmahera Tengah, Abdurahim Yau mengaku transfer Dana Desa (DD) tahap pertama tahun 2018 sudah masuk ke kas daerah.

Jumlah Dana Desa tahap pertama ini sebesar Rp. 10,40 miliar lebih atau  20 persen dari total anggaran Rp. 50,445 miliar. "Anggaran Dana Desa tahap pertama sudah masuk ke Kas Daerah," katanta, Jumat (23/2).

Pencairan DD tahun 2018 ini dilakukan sebanyak tiga tahap  sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 225.  Tahapan Pencairan Dana Desa 2018 dalam Permenkeu PMK 225/PMK.07/2017, Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50/PMK.07/2017 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa mengubah cara-cara dan mekanisme Pencairan Dana Desa 2018  menjadi  3 tahap skema baru.

Pencairan   Tahap 1 sebesar 20% pada bulan Januari 2018, Pencairan tahap 2 sebesar 40% pada bulan Maret 2018, dan pencairan tahap 3 pada  Juli 2018 sebesar 40%. "Ini berbeda dengan  seperti biasanya yang hanya 2 tahap," jelasnya.

Dikatakannya, pencairan tahap 1  paling cepat Januari dan paling lambat minggu ke-3 Juni 2018 sebesar 20% dengan syarat, Perdes (Peraturan Desa) tentang APBDesa, Peraturan Daerah mengenai APBD, Peraturan Kepala Daerah mengenai tata cara pengalokasian dan rincian Dana Desa per desa. "Tahap 2, disalurkan paling cepat bulan Maret, dan paling lambat minggu ke-4 bulan Juni 2018 sebesar 40% dengan syarat," katanya.

Sedangkan tahap 3 sebesar 40% disalurkan paling cepat Juli 2018 dengan syarat Laporan Realisasi Penyaluran Dana Desa 2018 minimal 75%. "Atau tahap II, Laporan Konsolidasi Realisasi Penyerapan dan Capaian Output Dana Desa sampai dengan tahap II," urainya.

Menurutnya,  proses pencairan DD  diberikan batas waktu selama 14 hari. Terhitung 14 hari  anggaran DD ditranfer ke kas daerah.  Diharapkan  segera disampaikan laporannya agar anggaran segera cair.

Sementara  menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Ridwan Basalem sejumlah Desa di Kabupaten Halmahera Tengah belum memasukan APBDes hingga belum bisa cair Dana Desa (DD). Untuk mencairkan dana desa,  desa wajib menyusun laporan APBDes.

"Ada sebagian desa belum menyelesaikan laporan APBDes. Kalau sudah ada desa yang menyerahkan laporan APBDes, maka akan diperikasa, apakah laporan sudah betul atau belum," kata Ridwan.

Ridwan mengatakan, setelah laporan APBDes selesai diterima baru dinaikan ke bagian keuangan untuk  pencairan. "Desa yang laporan APBDes sudah selesai bisa buat laporan pencairan melalui pemerintah kecamatan," tuturnya. Seraya menmabhakan,  desa yang belum membuat APBDes¸ namun ia enggan menyebut  nama desa. (hrn)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama