Header ads

Header ads
» » » Tipu Konsumen, Perusahan Tiki Dipolisikan

TERNATE-Jasa pengiriman Titipan Kilat (TIKI) Ternate, akhirnya dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara. Laporan pengaduan ke Polda Malut itu disampaikan salah satu konsumen yang merasa di tipu TIKI. Pasalnya paket pengiriman tiga bongkahan batu Bacan Doko Gulao yang dikirim sejak 24 Desember 2017, tidak sesuai setelah barang tersebut tiba di Jakarta.

Ilon Marsalolly, korban pengiriman jasa TIKI kepada wartawan, Selasa (6/2) di kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Malut mengaku,  merasa tidak puas dengan pelayanan TIKI, karena paket kiriman tiga bongkahan batu Bacan  melalui TIKI tidak sesuai dengan hasil. ”Saya kirim ada tiga bongkahan, tapi setibanya di Jakarta dua bongkahan hilang dan satu bongkahan  dipatahkann menjadi tiga bagian dengan ukuran yang sangat kecil,” jelas Ilon.

Upaya meminta pertanggungjawaban TIKI, sudah dilakukan beberapa kali, namun berbagai upaya tersebut tidak dilayani dengan alasan pimpinan tidak berada di tempat. ”Saya sudah berusaha tapi upaya saya itu sepertinya tidak dilayani secara baik, karena usaha saya bertemu dengan penanggung jawab perusahan sampai sekarang tidak ada niat baik,” ungkapnya.

Selain melakukan berbagai upaya meminta ganti rugi atas barang yang dikirim, pihaknya telah melayangkun surat klaim kehilangan barang yang di tujukan langsung ke pimpinan TIKI Cabang Ternate.”Saya kirim tiga batu jenis Bacan Doko Gulao dan Doko Majiko, tapi dua bongkahan batu Doko Majiko hilang entah kemana,” tuturnya.

Ilon meminta TIKI cabang Ternate bertanggung jawab atas kehilangan barangnya, sebab tiga bongkahan batu Bacan senilai Rp.20 juta. ”Saya sudah berusaha datang untuk minta ganti rugi, tapi kata mereka uang ganti rugi itu hanya Rp.1 Juta, sementara batu senilai Rp.20 juta itu merupakan uang modal usaha saya,” jelasnya.

Dengan kasus ini ia  telah melaporkan ke Polda dan telah ditangani Subdit II Ditreskrimum Polda Malut, bahkan dirinya juga telah dimintai keterangan penyidik Polda. ”Semua alat bukti baik yakni Resi pengirimah TIKI, surat klaim, pembalasan klaim, dokumentasi batu bacan serta laporang pengaduan sudah di tahan penyidik, dan saya hadir di sini untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kasus itu,” akunya

Terpisah Manager Tiki Cabang Ternate Yulia dikonfirmasi di kantor TIKI Kelurahan Makassar Barat, berkilah,  bahwa hilanya tiga bongkahan batu bacan bukan kelalaian perusahanya, sebab berdasarkan standar SOP TIKI, bukan hanya Tiki di perusahan ekspedisi manapun. Jika ada kelalaian hingga menyebabkan barang milik pengirim hilang maka pihak perusahan siap mengganti sesuai prosedur perusahan menggantikan barang yang hilang sesuai ongkos pengiriman sebanyak 10 kali lipat anggaran pengiriman. 

“Saya sudah tawarkan ke korban, kebijakan perusahan jika dikali 10 kali maka total yang dibayar pihak perusahan ke korban senilai Rp, 1.500. namun yang bersangkutan menolak dan dia mengancam melaporkan ke pihak kepolisian. Dan kita juga persilahkan jika korban mengambil langkah hukum. Sejauh ini kita ikuti proses hukum, sehingga pimpinan kita dan karyawan sudah diperiksa penyidik kepolisian, Polda juga akan periksa CCT Kantor Tiki dan kita persilahkan,” ucap Yulia.

Disentil terkait dengan peristiwa ini apakah kelalaian perusahan,  Dia mengaku, begini siapa pun dia yang datang melakukan pengiriman melalui ekspedisi Tiki prinsipnya barang yang sudah dikemas karyawan perusahan tidak berhak membongkar isi kiriman.

”Kita karyawan hanya menanyakan mau mengirim, kita berhak tanya isi kirimannya, contoh kalau yang dikirim itu baju maka kita hanya tulis dalam keterangan bahwa barang itu baju. Sehingga kita tidak pernah membongkar isi kiriman,” pungkasnya. (san)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama