Header ads

Header ads
» » Proyek Benih Pala Diduga Dimark Up

TOBELO-DPRD Halmahera Utara menyebut  proyek pengadaan benih pala pada Dinas Pertanian  merugikan negara. Sebab ada indikasi penggelembungan (markup) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 senilai Rp 2,5 miliar untuk proyek tersebut.” “Indikasi tersebut didapatkan dari hasil temuan komisi II beberapa waktu lalu," ujar Ketua Komisi II DPRD Halut Janlis Kitong, Rabu (7/2).

Menurutnya, proyek yang diperuntukkan untuk kelompok tani di Halmahera Utara ini ada indikasi markup anggaran yang berpotensi merugikan keuangan negara. Proyek yang dikerjakan CV Damai Sejahtera itu diduga telah terjadi kong kalikong karena pengadaan benih pala dimenangkan oleh orang  yang sudah disiapkan sebelumnya.

Sementara  Pejabat Pembuat Komitmen Piet Hein Onthony membantah bahwa proyek pengadaan tersebut terjadi markup. Proyek itu dilelang ULP sehingga dipastikan dinas tidak terlibat dalam proses tender. “Kami hanya siapkan dokumen dan selanjutnya dilelang ULP," tangkis Piet.

Dijelaskan, harga benih pala ditetapkan sesuai dengan SK Bupati Rp 19.750 per pohon, sedangkan harga perkiraan sendiri atau HPS Rp 17.150 per pohon. Sementara pagu anggaran Rp 25.000 per perhon. “Proyek benih pala dengan pagu ini dengan anggara Rp 2,5 miliar tapi dalam kontrak hanya Rp 2,4 miliar," jelasnya.

Dijelaskan, pengadaan benih pala sebanyak 100 ribu pohon itu  dibagikan kepada 40 kelompok tani dan dalam satu kelompok sebanyak 25 orang mendapat  2.500 benih pala. Begitu juga tiga  penagkar benih pala varitas pala Tobelo 1 yang telah direkomendasi Kementrian Pertanian yakni Kontanten Bela, Fery Khusumah dan Bernad Paleba. “Mereka ini yang layak mengeluarkan benih, sehingga tidak bisa sembarangan," tandasnya. (rma)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama