Header ads

Header ads
» » Polres Morotai Rilis Tiga Kasus

MOROTAI-Polres Pulau Morotai menggelar rilis 3 kasus yang saat ini sedang ditangani Penyidik. Rilis yang dipimpin langsung Kapolres Pulau Morotai AKBP Andre Iskandar, didampingi Kabag Ops AKP Didik boksouw dan KBO Sat Reskrim IPDA M NATSIR ALI, SH bertempat di ruang pertemuan Polres Morotai, Sabtu (24/2).

Kapolres Pulau Morotai AKBP Andre Iskandar mengatakan, ada 3 kasus yang ditangani penyidik Polres Morotai diantaranya, kasus pencabulan anak dibawah umur yang melibatkan pelaku oknum PNS di Pemda Morotai, kasus persetubuhan dan atau pencabulan anak di bawah umur, dan kasus pencurian dengan unsur memberatkan.

Diantara 3 kasus yang ditangani itu, kasus pencabulan anak dibawah umur dengan korban 3 siswa SMP dengan pelaku Muhammad Jabbar alias Bayu dikenai pasal 82 ayat (1) dan ayat (5) UU Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 1 tahun 2016 perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak Jo 64 KUHPidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun.

"Untuk kasus pencabulan ini sementara korban baru 3 orang, namun saya sudah perintahkan Wakapolres dan anggota untuk mendatangi sekolah apabila ada korban lainnya, kami berharap para guru bisa melakukan pengawasan terhadap siswanya dan selalu berkomunikasi sebagai bentuk pencegahan," pinta Andre.

Selain kasus pencabulan anak dibawah Umur, juga kasus pencurian BBM jenis solar di PT Agreko Energy yang dilakukan 5 orang yakni Disar, Muksin, Ikra, Awi, dan Bahdir. Pencurian ini terjadi poada 5 Oktober 2017, 5 pelaku ini memasukkan jerigen kosong ukuran 25 liter ke dalam PT Agreko Energy dan mengambil sebanyak 114 jerigen di tangki mesin dan tangki induk BBM kemudian dijual.

Dan dari hasil penyidikan ditemukan barang bukti dan telah disita berupa 20 jerigen ukuran 25 liter, dan 2 buah hanphone. "PT Agreko mengalami kerugian kurang lebih 2.850 liter solar, kasus pencurian ini sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat 3 dan ke 4 jo pasal 55 ayat 1 KUHPidana, dikenai pidana dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun," jelasnya.

Sementara kasus persetubuhan dan atau pencabulan anak dibawah umur di wilayah Kecamatan Morotai Utara (Morut) dengan tersangka Yanson. Awalnya pelaku membujuk korban menonton acara penutupan tahun, ditengah perjalananan pelaku beralasan kepada korban kendaraannya mogok.

Pelaku kemudian menyuruh korban mendorong, tapi karena tidak mampu, pelaku mengajak korban ke pantai, sampai di pantai, pelaku mengajak korban berhubungan badan, namun ditolak korban. Pelaku melakukan tindakan kekerasan dengan cara memaksa membuka celana korban hingga memukul mengenai bagian belakang badan, paha, dan wajah korban hingga mengakibatkan bibir korban pecah. Pelabu menyetubuhi korban dalam posisi tidak berdaya.

Dari hasil penyidikan, penyidik menyita 1 unit kendaraan, cincin besi putih, celana panjang jeans, baju dan celana dalam. "Sesuai pasal 81 ayat (1) dan 82 ayat (1), UU nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun," papar Kapolres. (wis)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama