Header ads

Header ads
» » » Politik Identitas Jadi Pimicu Kerawanan Pilkada Malut

JAKARTA-Bawaslu memetakan wilayah dengan tingkat kerawanan pada Pilkada Serentak 2018. Maluku Utara dan tujuh provinsi di tanah air yang tertinggi berdasarkan indeks kerawanan pilkada. Ketujuh provinsi tersebut adalah Maluku, Papua, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

Namun jika dikerucutkan lagi, ada empat provinsi paling rawan. Yakni Papua, Maluku, Maluku Utara dan Kalimantan Barat. "Paling tinggi adalah Papua karena faktor suku adat, kedua Maluku, ketiga Malut dan keempat Kalbar," ujar Anggota Bawaslu Rahmat Bagja pada acara diskusi di Hotel A One, Wahid Hasyim, Jakarta  Pusat, Kamis (8/2).

Bagja menjelaskan, empat daerah itu menjadi paling tinggi disebabkan kekerabatan pasangan calon. Ditambah pula faktor kesukuan masih sangat kental di daerah tersebut. "Masalah politik, identitas kerawanan politik, kekerabatan antar paslon dengan negara dengan masyarakat adat dan juga faktor suku, tokoh agama dan tokoh adat ini jadi faktor penting,”  kata dia. "Papua jelaskan, suku jadi masalah penting,  sebab itu siapapun yang berhadapan head to head pada pilkada papua nanti adalah suku dengan suku. Ini harus jadi perhatian kita semua," imbuhnya.

Sementara, di Malut bisa meningkat apabila ada pihak yang menjadi pemicu. Di sana terdapat banyak suku yang mendiami. "Malut meningkat sekarang ini, jadi masalah kalau ada pembakarnya politik identitas. Ada temen-temen Togale,  Makayoa,  Ternate, dan temen Tidore," jelas Bagja. (mdk)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama