Header ads

Header ads
» » Pemalsuan Tanda Tangan Dokumen APBD Dilidik Polisi

MOROTAI- Kapolres Pulau Morotai, AKBP Andri Iskandar mengungkapkan, kasus dugaan pemalsuan tanda tangan milik anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Morotai yang ada di RAPBD telah dilaporkan oleh sejumlah anggota DPRD ke polisi. Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan itu dilaporkan agar aparat bisa menindak lanjuti dan memproses secara hukum. Laporan tersebut kini sudah dilakukan penyelidikan oleh penyidik.

"Ada laporan terkait dugaan pemalsuan tandatangan, makanya kita masih lidik,” ungkap Andri kepada wartawan akhir pekan kemarin.

Penyelidikan itu dilakukan untuk memastikan apakah ada dugaan pemalsuan tanda tangan atau tidak, sehingga untuk penyelidikannya tergantung dari pihak penyidik Polres Morotai. "Proses tindaklanjutnya itu kita masih pelajari, kita akan gelar, apakah ada dugaan pemalsuan atau tidak. Jadi hasil menunggu penyidik," katanya.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pulau Morotai, Asnawi Mukti ketika dikonfirmasi soal Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus dugaan pemalsuan dokumen APBD tahun 2018 yang dilaporkan oleh sejumlah anggota DPRD mengaku, surat tersenut belum masuk di Kejaksaan. “Untuk SPDP dugaan pemalsuan dokumen APBD tahun 2018 belum masuk di Kejari," singkatnya.

Diketahui, Dugaan pemalsuan dokumen APBD tahun 2018 resmi dilaporkan oleh Mc Bill Abdul Aziz dan Ajudin Tanimbar pada Jumat (23/2/2018) ke Polres Pulau Morotai. Laporan itu disampaikan, karena ada dugaan pemalsuan dokumen berupa tanda tangan sejumlah anggota DPRD Morotai yang dipalsukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. “Sudah saya laporkan secara resmi ke penyidik Polres dan laporan sudah sesuai dengan kesepakatan di internal anggota DPRD Morotai,” jelas Mc Bill belum lama ini. (wis)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama