Header ads

Header ads
» » Nikah Siri, Oknum Polisi Jadi DPO

TERNATE-Tersangka kasus nikah siri tanpa izin istri, Suryadi Adi Marwan Mutaha, anggota Polres Halmahera Utara daftar pencarian orang (DPO) Polda Maluku Utara. Polisi juga menetapkan istri kedua Suryadi, Nurdiana Kilibrani, anggota Satpol PP Ternate sebagai buronan dalam kasus yang sama.

Polisi berharap masyarakat yang mengetahui keberadaan keduanya segera melapor ke kantor polisi. “Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Malut mengeluarkan daftar pencarian orang untuk tersangka Suryadi dan Nurdiana," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Dian Harianto, Rabu (7/2).

DPO keduanya diterbitkan dengan Nomor DPO/02/II/2018 bertanggal 5 Februari 2018. Berkas DPO ditandatangani Direktur Kombes Dian Harianto. “Dimohon bantuan masyarakat apabila mengetahui tersangka segera melapor ke kantor polisi terdekat," pinta Dian.

Dian mengaku pihaknya terus memburu dua boronan kawin tanpa izin tersebut yang saat ini telah melarikan diri ke Jakarta. Sebelum menerbitkan DPO, keduanya tak memenuhi panggilan polisi sebanyak dua kali.

Dijelaskan, keduanya diduga melakukan nikah siri tanpa sepengetahuan istri pertama yaitu Wati yang juga anggota Polri berdinas di Polda Malut. Sebagai istri pertama, Wati melaporkan kasus tersebut ke Polda. Pernikahan kedua secara siri terjadi pada bulan Oktober 2017.

“Nikah siri itu memang boleh. Tapi yang dilarang itu kalau tidak ada izin dari istri pertama. Itu saja dugaan yang dilanggar. Kasus ini dilaporkan oleh Wati dengan laporan polisi nomor /37/X/2017/MALUT/SPKT bertanggal 10 Oktober 2017,” jelas Dian.

Sementara  Kepala Satpol PP Kota Ternate Fandi Mahmud mengaku Dian adalah anggotanya. Dian awalnya pegawai honorer kantor Camat Ternate Utara kemudian pindah di Satpol hanya menggunakan nota dinas. “Jujur saja pasca-kasus ini mencuat saya juga dapat laporan. Saya tegaskan bahwa yang bersangkutan sudah bukan lagi anggota Satpol,” tegas Fandi. (san)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama