Header ads

Header ads
» » » Komisi II DPRD Halut Tolak PT Elnusa

TOBELO- Komisi II DPRD Halmahera Utara, menolak PT Elnusa Petrofin anak perusahan dari PT Pertamina (Persero) beroperasi di wilayah Halmahera Utara (Halut). Hal tersebut ditegaskan Ketua Komisi II DPRD Halut, Janlis Kitong, usai melakukan pertemuan antara PT Elnusa Petrofin, Pemkab Halut dan Solidaritas Sopir Angkutan BBM yang dimediasi langsung, oleh Komisi II DPRD Halut Senin (26/2).

Menurut Janlis, DPRD Halut melalui Komisi II,  telah memutuskan tidak lagi mengizinkan PT Elnusa Petrofin beroperasi di Halut. "Ini keputusan politik DRPD Halut," kata Janlis Kitong di kantor DPRD Halut, Selasa (27/2).

Dikatakannya, putusan yang diambil oleh Komisi II DPRD Halut, dikarenakan PT Elnusa Petrofin yang sebagai pendatang baru dengan perubahan pola tarif menjadi All-in- Plus, Maluku-Papua yang dinilai merugikan sopir angkutan BBM lokal. “Ini salah satu pertimbangan kami, menolak PT Elnusa Petrofin melakukan aktifvitas di Halut," ujarnya.

Selain itu, lanjut Janlis, keberadaan PT Elnusa Petrofin selama enam bulan di Halut, tidak pernah diketahui oleh pemerintah daerah karena mereka tidak memberitahukan. “Jangankan Pemda, pemerintah desa saja dimana PT Elnusa melakukan aktivitas tidak mengetahui," ungkapnya.

Dia juga menambahkan kehadiran PT Elnusa Petrofin mematikan perusahan lokal yang sudah puluhan tahun melaksanakan bisnis transportir angkutan BBM. “Kehadiran PT Elnusa Petrofin mengancam pengusaha lokal," ucapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Nelman Tahe menambahkan, kehadiran PT Elnusa Petrofin ini sangat menyengsarakan pekerja lokal, karena terancam tidak mendapat pekerjaan. "PT Elnusa hanya mengambil keuntungan yang besar, sementara mereka tidak pikirkan pekerja lokal yang terancam tidak mendapat pekerjaan karena perusahan mereka bekerja terancam putus kontrak dengan Pertamina," tandas Nelman.

Untuk diketahui, sebelumnya puluhan sopir angkutan BBM yang tergabung dalam Solidaritas Sopir Angkutan BBM melakukan aksi demo di Terminal Pelabuhan BBM Kupa Kupa.

Mereka menolak PT Elnusa Petrofin melakukan aktivitas di Maluku Utara. Aksi yang dilakukan selama dua hari itu mengakibatkan pasokan BBM ke SPBU dan APMS terganggu,  bahkan PLTD Rawajaya  kehabisan BBM sehingga mesin di PLTD tidak  bisa beroperasi menyebabkan listrik di Kabupaten Halmahera Utara padam. Sementara BBM di dua SPBU di Kota Tobelo mengalami kelangkahan sehingga kendaraan terpaksa antri puluhan meter. (rma)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama