Header ads

Header ads
» » Ketua DPRD Halteng Tak Ditahan?

WEDA-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Tengah, Rusmini Sadaralam kini bebas berkeliatan, padahal yang bersangkutan  menjadi tersangka kasus suap  penyidik Polda Malut. Bahkan sesuai informasi, bendahara PDIP  itu kini bebas menggunakan kendaraan dinas.

"Ketua DPRD Halteng sementara ini  ada di Weda, kayaknya mendapat penangguhan penahanan, karena kita lihat dia (Rusmini) berkeliaran bebas di Weda," ungkap salah satu sumber koran ini, Kamis (8/2).

Menurutnya, seharusnya Ketua DPRD tidak boleh menggunakan kendaraan dinas, karena saat ini berstatus sebagai tersangka. Ia kini memipin rapat maupun sidang paripurna di DPRD.  "Setahu saya kalau pakai kendaraan dinas  untuk kerja,  dan hanya kepentingan dinas," ujarnya.

Sementara  Wakil Ketua I DPRD Halteng Fahris Abdullah  dikonfirmasi mengaku  Rusmini Sadaralam  diberikan penangguhan penahanan. "Ketua DPRD dapat pengguhan penahanan, tapi  soal gunakan mobil dinas saya tidak tahu," katanya.

Meski begitu, Politisi partai Golkar itu mengaku, Rusmini tidak bisa melaksankan tugas selaku ketua DPRD, walaupun diberikan penangguhan penahanan. “Walaupun dapat pengguhan penahanan tapi tetap tidak bisa melaksanakan tugas," ungkapnya.

Fahris mengatakan, semua tergantung internal Partai PDIP. “Selaku pimpinan kami hanya  memberikan surat ke partai untuk mengusulkan, selanjutnya partai  yang menentukan.  Semua tergantung  PDI perjuangan," ujarnya.

Sementara Sekretaris Dewan (Sekwan)  mengaku,  surat penangguhan penahanan tidak diberikan ke DPRD,  yang mendapatkan surat penangguhan penahanan hanya Ketua DPRD dan keluarganya. "Kalau surat penangguhan penahanan hanya bersangkutan dan keluarga," tandasnya. (hrn)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama