Header ads

Header ads
» » Kapolda Ajak Stakeholder Perangi Berita Hoax

TERNATE-Dalam momentum Hari Pers Nasional (HPN) XVIII tahun 2018,  Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara (Malut), Brigjen Pol Achmat Juri meminta semua stekholder untuk memerangi isu hoax. Sebab hoax merupakan isu yang tidak memberi kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat dalam menyerap informasi melalui media cetak, elektronik, oneline maupun media sosial. Apalagi bertepatan momentum Politik Pilgub 2018, Pileg serta  Pilpers 2019.

“Penting  karena dapat membuat kegaduhan dan menggangu kamtibmas,"  ujar Kapolda Malut usai mengekuti kampanye anti hoax yang digelar  Kajih Malut di Taman Nukila Ternate, Mingu (11/2).

Menurutnya, kecepatan teknologi di era informasi saat ini tidak bisa dibendung. Para penerima informasi yang awam bisa menjadi korban lantaran tervirus dengan isu yang tidak faktual. Karena itu moment HPN 2018 ini merupakan langkah pekerja pers agar menenangkan masyarakat terkait pemberitaan aman, damai, nyaman, rukun dan harmoni.  Sebab Pers menjalankan amanat undang-undang dasar (UUD) 1945 melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah dara dan mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengsejahterakan masyarakat umum.

"Peran pers sudah sama dengan pembukaan UUD kita, dan jika semua komponen bangsa kita selalu mengingat itu maka saya yakin dan percaya hoax dan perbuatan kontraproduktuf tidak akan terjadi," ucapnya.

Kapolda mengaku,  meski banyak media sosial membuat berita bermacam-macam namun, media mainstream di wilayah Malut masih  dijadikan konfirmasi kebenaran. “Kita  berharap memlalui media mainstreame yang kita miliki saat ini bisa menjadi rujukan sekaligus konfirmasi berita-berita yang benar guna menepis berita hoax," harap Jenderal bintang satu ini.

Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malut  Sahrani Somadayo mengatakan, kekuatan Pers bisa menolak politisasi SARA yang sengaja dimainkan pasangan calon dan orang-orang tertentu. "Kehadiran pers bisa menetralisir semuanya. karena pers memiliki kekuatan didengar langsung oleh masyarakat," kata Sahrani

Ia  menilai perkembangan media sosial sudah banyak issu-issu bertebaran dimana-mana dan issu yang sudah berkembang tersebut hanyalah pers yang bisa menetralisirnya. "Parayaan HPN tahun 2018 ini pada prinsipnya setiap informasi masyarakat lebih percaya pers dari pada berita atau informasi yang sumbernya tidak jelas," pungkasnya. (san)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama