Header ads

Header ads
» » » Bupati Sula Tak Terbukti Lakukan Penistaan Agama

TERNATE-Polda Maluku Utara menghentikan proses penyelidikan dugaan penistaan agama yang disangkakan HMI Cabang Sanana kepada Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes. Sebab Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku Utara yang didengar ketengarannya,  penyidik memastikan tidak menemukan unsur pidana berkaitan laporan tersebut.

“Keterangan MUI menyatakan tidak memenuhi unsur pidana. Ya enggak mengarah adanya penistaan," ucap Kasubdit III Dit Reskrimum Polda Malut AKBP Mikael Sitanggang, Kamis (8/2).

Menurut Mikael, pihaknya melibatkan saksi berkompeten yaitu MUI untuk menganalisis laporan pihak pelapor. Merujuk kesimpulan MUI, sambung dia, maka digelar perkara Rabu 7 Februari 2018, Polda Malut tidak melanjutkan penyelidikan penistaan agama yang ditudingkan kepada Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes. "Ya kan tidak memenuhi unsur pidana dan kurangnya alat bukti, artinya dihentikan. Kami hentikan (penyelidikan) berdasarkan keterangan saksi-saksi yang mengusai agama," tutur Mikael singkat.

HMI Cabang Sanana melaporkan Hendtara ke Polres Kepulauan Sula, namun penanganan kasus tersebut diambil alih Polda Malut. HMI menuding Hendrata menistakan agama Islam. Sementara barang bukti yang disampaikannya kepada polisi hanya aduan salah satu warga bernama Muhammad Ibrahim kepada DPRD Kepualauan Sula.

Sesuai surat laporan ke DPRD menyebutkan, Ketua DPD Demokrat Malut ini menistakan agama Islam dengan ucapan  tiga hal. Pertama, kamu orang tahu, Islam itu apa? Kedua, orang yang naik haji belum tentu masuk surga macam isteri Rusmin/sitongket kok mau naik haji? Ketiga, kenapa orang Islam meninggal cepat-cepat dikuburkan? (san)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama