Header ads

Header ads
» » » Bupati Halmahera Timur Ditahan KPK

JAKARTA-Bupati Halmahera Timur Rudy Erawan resmi ditahan KPK sebagai tersangka suap proyek jalan Kementerian PURR di Maluku dan Maluku Utara tahun anggaran 2016. Dia membantah tuduhan menerima suap tersebut.

"Nggak ada komentar ya. Mana, saya nggak terima, politik itu," kata Rudy saat dikawal menuju ke mobil tahanan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (12/2). Rudy tampak menggunakan rompi tahanan berwarna oranye. Ia langsung dibawa ke rutan KPK untuk ditahan selama 20 hari pertama.

"Rudy ditahan untuk 20 hari ke depan mulai hari ini (12/2) di Rutan Klas 1 Jakarta Timur Cabang KPK," kata Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati. Rudy diumumkan KPK sebagai tersangka pada Rabu 31 Januari 2018. Rudy diduga menerima uang suap Rp 6,3 miliar dari Amran Hi Mustary selaku Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara. Amran telah divonis berkaitan dengan kasus tersebut.

Perkara ini berawal dari operasi tangkap tangan KPK terhadap Damayanti Wisnu Putranti pada Januari 2016. KPK kemudian mengembangkan kasus tersebut dan menjerat beberapa orang lainnya. "Rudy merupakan tersangka ke-11. Sebelumnya KPK sudah menetapkan 10 orang terkait kasus ini, di mana 6 dari 10 telah divonis di Pengadilan Tipikor," sebut Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat itu. (dtc)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama