Header ads

Header ads
» » Balai Karantina Pertanian Coffer Morning dengan Wartawan

TERNATE-Balai Karantina Pertanian Ternate Kelas II menggelar cofe morning dengan  wartawan  membahas pencagahan flora dan fauna yang dilarang Undang-undang nomor 16 tahun 1992 di  Cafe  Borneo, Selasa (6/2).

Narasumber yang hadir Kepala Kejaksan Negeri (Kajari) Ternate,  Andi Muldani Fajrin, Kapolres Ternate AKBP Kamal Bahtiar, Korwas PPNS Polda Malut La Ode Ali Tara, serta Kepala Balai Karantina Pertanian Ternate, Andi PM Yusmanto.

Menurut Kepala Balai Karantina ini, tugas dan wewenangnya merujuk pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1990 tentang pasal 5,6 dan 7 yang menjelaskan Balai Karantina adalah lembaga yang mencegah masuk dan tersebarnya hama dan penyakit hewan atau organisme penggangu tumbuhan dari luar negeri. "Dalam artian dari satu tempat area ke area lain dalam negeri atau keluarnya dari dalam wilayah negera Indonesia. Sebagimana kasus flu burung," kata Andi.

Menurutnya, jika kedepatan flora dan Fauna sesuai larangan UU nomor 16 maka harus dilaporkan kepada petugas karantina. Apa yang dilaporkan adalah komoditas hewan serta komoditas tumbuhan yang dilarang Undang-undang.

Selain itu, pengawasan beredaran flora dan fauna seperti di bandara dan pelabuhan tetap dilakukan. Meski demikian, dia mangaku kasus flu burung di wilayah Maluku Utara belum ditemukan. Sedangkan peredaran babi sering ditemukan menganggu segi kesehatan yang didatangkan dari luar Maluku Utara. "Kita juga sering kecolongan dalam pengawasan. Karena itu butuh sinergitas penegak hukum serta wartawan untuk sama-sama mengawasi," pintanya.

Persoalan UU nomor 16 tahun 1992 senada dengan tugas dan wewenang Kejari Ternate dan Kapolres Ternate, maupun Korwas PPNS Polda Malut, bahwa pada prinspinya tugas mereka terkait pemaparan materi yang disampikan adalah ikut membantu atau membek-up dalam penegakan hukum terkit perintah Undang-Udang Tersebut. (san)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama