Header ads

Header ads
» » 300 Kilo Daging Babi Dimusnakan

TERNATE-Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate musnahkan 300 kilo daging babi yang tidak dilengkapi dokumen. Daging tersebut dimusnahkan saat penangkapan sepanjang 2017 hingga Januari 2018. Hal ini disampaikan Kepala Balai Andi PM Yusmanto saat Coffee Morning bersama Korwas PPNS Polda Malut, Kajari Ternate, Kapolres Ternate dan insan pers di Kafe Borneo,  Selasa (6/2).

Pihaknya mengamankan daging babi yang dikirim dari luar, lantaran tidak memiliki dokumen selanjutnya dimusnahkan. ”Dari 2017, kurang lebih 300 kilo. Sementara tahun 2018 sebanyak 20 kilo yang dimusnahkan. Daging ini saat diamankan tidak memiliki dokumen,” ungkap Andi.

Dijelaskan, daging babi yang diamankan itu dalam bantuk olahan dan rata-rata berasal dari Jakarta.  Sebenarnya tidak ada larangan membawa masuk daging babi ke Maluku Utara, hanya saja pada saat daging tersebut dibawa tidak disertai dengan dokumennya.  ”Apabila ada temuan daging babi yang tidak disertai dokumen maka akan dimusnahkan. Kemudian pelakunya sebagai langkah membuat surat pernyatan,” ujarnya.

Sementara unggas sejauh ini sudah ada larangan apabila dibawa dari luar Malut. Apabila ditemukan, pihaknya akan mengamankan. ”Unggas dilarang masuk ke wilayah Malut, ini sudah disampaikan kepada masyarakat. Jangan membawa unggas dari luar, karena sudah beberapa yang kami tahan,” katanya.

Dikatakan, apabila ada penangkapan pelaku yang membawa daging babi tanpa dokumen serta unggas maka akan di serahkan langsung ke Polres Ternate untuk ditindak.

Andi menjelaskan, terkait penyebaran hama dan penyakit di wilayah Maluku Utara, pihak Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate menempatkan personil di empat titik yakni Bandara Babullah, Pelabuhan A Yani, Kantor Pos dan Pos Lintas Batas. Selain di Ternate, juga di Kabupaten Sula dengan jumlah personel empat orang, di Halsel dua orang dan  di Halut lima orang. (san)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama