Header ads

Header ads
» » » 2018 Morotai Usulkan 4000 CPNS

Ilustrasi
DARUBA­-Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dan Halmahera Utara, telah mengusulkan kouta penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2018 mendatang. Hal ini dilakukan karena kedua daerah ini masih memiliki kekuranggan tersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam birokrasi serta bakal berkurangnya PNS karena pension.

Plt Sekda Pulau Morotai M. Muh Kharie mengaku, usulan kebutuhan untuk CPNS yang disampaikan ke pusat setiap tahun sekali sudah disesuaikan dengan analisis jabatan (anjab) yang dihitung setiap 5 tahun sekali tentang kebutuhan pegawai. "Jadi usulan kita ke Menpan itu setiap tahun sekali, sesuai Anjab yang dihitung dalam 5 tahun sekali,” kata Kharie kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (14/12).

Salam 5 tahun, kata Kharie, Anjab yang dihitung tentang kebutuhan CPNS Morotai untuk kebutuhan yang diminta sebanyak 3.500 sampai 4000 orang. Jumlah tersebut secara keseluruhan yang meliputi kebutuhan tenaga umum, tenaga medis dan guru. "Sesuai usulan yang kita sampaikan ke Menpan sebanyak 3.500 sampai 4.000 pegawai secara keseluruhan. Namun untuk penetapannya tergantung dari Menpan," ungkapnya.

Dari hasil kesepakatan dengan Menpan, bahwa untuk keputusan penerimaan itu sudah ada, hanya saja dari Menpan lebih memprioritaskan kebutuhan guru dan tenaga kesehatan di Morotai. ‘Kita tergantung penetapan dari Menpan saja, yang pasti untuk penetapan itu sudah disampaikan, namun yang lebih diutamakan adalah tenaga kesehatan dan guru," terangnya.

Ditambahkan, pelaksanaan tes CPNS di tahun sebelumnya sudah pernah dilakukan oleh pusat, hanya saja itu dilakukan tidak terbuka, bahkan untuk Morotai juga mendapatkan kuota kebutuhan seperti tenaga guru dan tenaga kesehatan. "Tahun kemarin, kita mendapat jatah tenaga guru dan kesehatan yang ditugaskan di Morotai, dan pendaftaran itu dibuka langsung oleh pusat, tidak melalui daerah," imbuhnya.

Sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halut berupaya mendapatkan tambahan sedikitnya 267 Pegawai Negeri Sipil (PNS) guna mengisi formasi yang kosong di tahun 2018.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Sumber Daya Aparatur (BKDSDM) Halut, Oni Hendrik mengatakan, usulan sudah disampaikan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), atas dasar kebutuhan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di lingkup Pemkab Halmahera Utara.

"Usulan kami sudah dimasukan ke Kementrian, untuk kuota PNS dari formasi guru yang agak besar karena banyak yang memasuki usia pensiun," kata Oni.

Menurutnya, kendati Kemenpan-RB belum mencabut moratorium penerimaan CPNS dari jalur umum, namun tahun 2018, diupayakan mendapat formasi khusus. "Halmahera Utara, sudah lama belum ada penerimaan CPNS. Untuk itu sesuai analisa kebutuhan, maka kami upayakan tahun depan bisa dapat kuota CPNS," ujarnya.

Dia menambahkan data PNS Pemkab Halut berjumlah 3.432 orang di tahun 2017, dipastikan akan berkurang karena banyak PNS di Halut  memasuki masa pensiun. “Saya baru kembali Rakor dan penjelasannya BKN dan Menpan sudah minta di DPR, untuk penambahan CPNS, karena banyak yang pensiun, namun belum ada penetapan dan keputusan," tambahnya.

Dia juga mengklarifikasi informasi yang beredar ada penerimaan CPNS tahun 2017 namun beberapa kabupaten tidak mendapat jatah CPNS termasuk Halmahera Utara. “Itu berita hoax atau tidak benar, karena saya sudah tanyakan langsung di BKN, yang penerimaan CPNS hanya di Kalimanatan, sementara BKN dan Menpan masih melobi ke DPR untuk penambahan CPNS," jelasnya. (wis/rma)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama