Header ads

Header ads
» » » » Warga Batang Dua Keluhkan Iuran Instalasi Listrik

TERNATE-Pasca peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) di Kecamatan Batang Dua oleh Walikota Ternate, Burhan Abdurahman bersama General manager PT. PLN (Persero)Wilayah Maluku Utara Djoko Dwijatno,juga Kepala PT PLN (Persero) area Ternate Awat Tuhulola pada 14 September 2017 lalu justru membawa polemik dan keresahan Warga Kecamatan Pulau Batang Dua. Bagaimana tidak, pasalnya setelah sebulan berjalan telah terjadi fluktuasi kenaikan harga tiga kali berturut-turut pada biaya pendaftaran pemasangan instalasi listrik di Rumah Warga.

Padahal pada acara peresmisan lestrik pada bulan kemarin, harapan besar warga, bahkan juga ada slogan Warga Batang Dua “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Selogan tersebut pun menjadi sirna akibat dari masalah tersebut.

Sekretaris Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Batang Dua,Romiandra Arnyanyi, kepada sejumlah wartawan, Selasa (14/11) Mengungkapkan paska diresmikan PLN di Batang Dua, awalnya untuk satuan harga pendaftaran pemasangan instalasi ditetapkan 900 Watt dengan biaya pendaftaran pemasangan Instalasi sebesar Rp 1.6000 atau satu juta enam ribuh rupiah, namun berubah naik menjadi Rp 1.200.000 bahkan sampai dengan biaya Rp 1.300.000
Sedangkan untuk pemasangan instalasi dengan daya 1300 Watt yang awalnya hanya Rp 1.300.000 naik menjadi Rp 1.700.000.

“Ini kan pembodohan dan pungutan besar kepada warga miskin yang dilakukan oleh oknum petugas dilapangan,” ungkap Sekretaris DPK KNPI Kecamatan Batang Dua, Romiandra Arnyanyi kemarin.

Lebih Ironisnya kata Romiandra, ada beberapa titik yang dijadikan tempat pendaftaran pemasangan Instalasi PLN salah satunya rumah seorangan pengusaha yang bernama Sandro Hodojoyo serta oknum Pihak PLN sendiri.

“Kejadian ini membuat masyarakat semakin kebingunan, dari patokan biaya sampai tempat pendaftaran pemasangan Instalasi,”kesal dia.

Dilain sisi, Sekretaris DPK KNPI ini juga mengatakan rumah warga pun dibebankan dengan harga Rp 1000.000 untuk pemasangan tiga titik mata lampu. Sementara untuk pemasangan kabel arus listrik dari tiang ke rumah Warga juga bebankan dengan biaya Rp 25.000 per meter. Selain itu oknum Petugas PLN juga mengumumkan ke warga Bido agar menambahkan beban biaya masing-masing sebesar Rp 100.000.

“Uang sebanyak itu, tidak diketahui kejelasannya,sampai sekarang sudah kurang lebih 40 Rumah Warga yg telah melakukan pemasangan Instalasi dan belum menikmati penerangan listrik tanpa ada kejelasan dari pihak PLN sendiri,” keluh Dia. (nod)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama