Header ads

Header ads
» » Warga Kawalo dan Wayo Ancam Boikot Jalan Apabila Belum Ada Ganti Rugi Lahan dan Tanaman

Sukasno Sangaji, Ketua Laskar Muda Taliabu 
BOBONG-Kurang lebih 26  warga Kawalo dan woyo, Kecamatan Taliabu Barat menuntut pemerintah kabupaten Pulau Taliabu mempercepat pembayaran ganti rugi lahan dan tanaman yanh digusur  untutk pelebaran jakan yang telah disepakati  beberapa lalu.

Sukasno Sangaji, Ketua Laskar Muda Taliabu mengatakan,   sampai saat ini belum diadakan pembayaran ganti rugi tanaman oleh  pemerintah  Kabipaten Pulau Taliabu. "Masyarakat minta  pemda secepatnya membayar ganti rugi kebun yang digusur pelebaran  badan jalan di belakang Talaga Kawalo," ujar Sukasno Minggu (21/05/).

Menurutnya, pemda menjanjikan akan secepatnya membayar namun sampai sat ini tidak belum terealusas.  "Pemda belum bayar, rata-rata kebun warga yang digusur dan nilai ganti rugi mencapai Rp10 juta keatas per orang, hingga kini belum direalisasikan," ujar Sukasno

Dikatakan, sesuai kesepakatan bersama antara masyarakat dan Pemda dalam hal ini Panitia pembebasan lahan nilai ganti rugi pertanaman,  cengkeh yang sudah berbuah dibayar per pohon Rp1,5. Sedangkan yang belum berbuah Rp1 juta  per pohon. 

Ia mengancam, apabila dalam waktu dekat Pemda belum membayar ganti rugu, maka akan memboikot pekerjaan lanjutan. Laskar Muda Taliabu meminta  Pemda  segera melakukan ganti rugi tanaman warga yang terkena gusur.

"Kami bukan tidak mendukung percepatan pembangunan, tapi kami minta  pemerintah juga menghargai jerih paya masyarakat selama ini Cengkeh, cokelat dan kelapa adalah sumber pendapatan masyarakat jika digusur dan tidak diganti rugi masyarakt mau makan apa,” tegasnya. (nan)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama