Header ads

Header ads
» » Pemerkosa Anak Kandung Terancam 15 Tahun Penjara

Pelaku pemerkosa anak kandung
TERNATE-Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Gerakan Kemanusian Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (LKBH-GEMA ICMI) Maluku Utara, Sarman Saroden mengatakan, kasus pemerkosaan dengan tersangka Muhamamd Suparto (35), warga lingkungan RRI, Kelurahan Soa, Ternate  Utara terhadap anak kandung berinisial PP (14) itu, terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. Pelaku dijerat dengan KHUPidana dan UU perlindungan anak.

"Pasal 81 ayat (1) UU 35 tahun 2014, bahwa Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar," papar Sarman, Selasa (9/5).

Dikatakan, pada dasarnya, pemerkosaan atau persetubuhan yang dilakukan  orang tua terhadap anak kandung diatur dalam Pasal 294 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Bunyinya, bahwa orang dewasa sudah berumur 21 tahun atau belum berumur 21 tahun tapi sudah kawin atau pernah kawin.  Merujuk penjelasan Pasal 289 KUHP, maka segala perbuatan yang melanggar kesusilaan (kesopanan) atau perbuatan keji dalam lingkungan nafsu berahi kelamin, misalnya cium-ciuman, meraba anggota kemaluan, meraba-raba buah dada dan sebagainya.

"Di sini termasuk bersetubuh, akan tetapi dalam undang-undang disebutkan tersendiri. Pelaku juga bisa dijerat dengan Pasal 287 KUHP tentang pemerkosaan terhadap anak yang belum berumur 15 tahun," urai Sarman.

Menurutnya, barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan, padahal diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya bahwa umurnya belum lima belas tahun, atau kalau umumnya tidak jelas, bahwa belum waktunya untuk dikawin, diancam dengan pidana penjara paling lama 9 tahun. Kedua, penuntutan hanya dilakukan atas pengaduan, kecuali jika umur wanita belum sampai 12 tahun atau jika ada salah satu hal berdasarkan pasal 291 dan pasal 294. “Jadi orang tua yang memperkosa anaknya dapat dijerat dengan Pasal 294 KUHP atau Pasal 287 KUHP," jelasanya.

Kasus pencabulan dan pemerkosaan yang dilakukan Muhammad Suparto terhadap anak kandungnya sejak tahun 2012. Yang saat itu korban masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 5 dan usianya masih cukup belia yakni 9 tahum dan berlanjut hingga korban duduk di bangku Sekolah Menenga Atas (SMA) kelas 1.

Perbuatan bejat ini baru terbongkar setalah salah satu keluarga korban melaporkan ke ibu korban. Tidak terima baik, ibu korban langsung melaporkan  ke pihak Kepolisian Polres Ternate, Minggu (7/5) pukul 23:15 WIT. Kapolres Ternate AKBP Kamal Bahtiar menegaskan, kasus ini sudah ditangani Polres Ternate dan korban (PP) masih dimintai keterangan. “Sementara masih proses penyelidikan dan masih menunggu hasilnya, baru diketahui pasal apa saja yang dilanggar oleh pelaku,” kata Kapolres. (san)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama