Header ads

Header ads
» » Margarito Minta Kapolda Malut Jujur, Siapa Pemilik Jikomalamo

Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis
TERNATE-Pakar hukum tata Negara, Margarito Kamis meminta supaya Kapolda Maluku Utara, Brigjen Polisi Tugas Dwi Apriyanto menyatakan secara jujur, siapa pemilik proyek pembangunan vila dan restoran dikawasan Jikomalamo. “Kapolda harus berkata jujur dan terbuka ke public status kepemilikan lahan maupun asset vila dan restoran di Jikomalamo,” desak Margarito, Minggu (14/5).

Menurut Margarito, aneh jika Kapolda mengaku sering ke Jikomalamo hanya refresing. Faktanya, inventaris Polda seperti mobil water canon dan sejumlah inventaris Polda lain dikerahkan ke lokasi pembangunan vila dan restoran.

"Saya minta Kapolda jujur menjelaskan secara  terbuka, karena  fakta-fakta itu membuat nalar kita berkembang ke mana-mana. Ini kalau punya swasta kok ada water canon, ada material logistik negara ditaruh disitu,  ada apa? Ini punya siapa? Siapa  investor  kok alat negera ditaruh di sini.  Suruh dia jujur," tegas  Margarito yang ditemui di lokasi wisata pantai Jikomalamo, Minggu (14/5).

Ditanya kemungkinan  dugaan barter kasus sejumlah pejabat dengan Kapolda untuk kepentingan pembangunan villa dan restoran, Margarito mengaku tidak terlalu percaya jika Kapolda sampai berani melakukan hal itu. Menurutnya,  jika benar dan ada faktanya, maka Kapolda telah melakukan pelanggaran  fatal. "Itu tindakan bunuh diri. Pak Kapolri paling benci yang begini, saya tahu betul pak Kapolri benci betul. Sekali lagi taruhannya terlalu fatal," katanya.

Selain mendesak  Kapolda Malut Brigjen Pol Tugas Dwi Apriyanto berkata jujur terkait  kepemilikan lahan dan villa serta restoran, Margarito  juga mendesak Kapolda mengusut tuntas  pelanggaran lingkungan akibat reklamasi tanpa izin lingkungan di Jikomalamo.

Margarito menegaskan, sebagai putera daerah ia senang ada investor yang berinvestasi di Kota Ternate. Namun selaku pakar hukum, ia tidak mentolelir tindakan yang bertentangan dengan aturan yang diduga terjadi pada reklamasi milik Adam Marsaoly  itu. "Kapolda, usut ini usaha yang bangun  segera sidik karena ada pelanggaran lingkungan, segera diproses 1 minggu, karena ini kasus simpel ini," pinta Margarito.

Ia  meminta Kapolda memerintahkan penyidik  segera berkoordinasi dengan penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)  Pemkot Ternate  memulai penyelidikan. Pemkot Ternate  diminta  menertibkan proyek reklamasi yang tidak memiliki izin lingkungan, sekaligus memeriksa permasalahan lingkungan yang terjadi atas dampak reklamasi, maupun sejumlah dugaan masalah pembangunan di Jikomalamo seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk selanjutnya diambil tindakan hukum administratif.

"Kalau  izin lingkungan tidak ada, musti dihentikan, dan ini jelas  tindak pidana karena itu saya minta Kapolda  perintahkan   penyidiknya sidik,  saya minta pemerintah kota  tertibkan,  tidak bisa tidak. Kalau misalnya  Kapolda  lambat, demi kepolisian sendiri, saya terpaksa minta bantu  Kapolri, saya sampaikan ke Kapolri untuk  mengirim tim penyidik ke sini, untuk dilidik barang ini," tegasnya.

Margarito  menyayangkan pernyatan  Walikota Ternate Burhan Abdurahman mengaku belum mengetahui  reklamasi di Jikomalamo.  Menurut Margarito, jika Burhan adalah Walikota Ternate harusnya  tahu persis perkembangan pembangunan di wilayahnya. Pembangunan di Jikomalamo menuai sorotan  berbagai pihak atas sejumlah persoalan  seperti masalah reklamasi.

"Kan dia katakan bekerja untuk rakyat , lho ini ada lingkungan yang rusak begini dia nggak tahu, jangan banyak macam-macam, jangan banyak bohong, masa dia nggak tahu, apa dia takut pengusaha-pengusaha besar disini, karena sebentar lagi Pilkada. Bilang ke dia (Burhan) suruh tertibkan, jangan sampai jadi masalah,” ujar Margarito.

Margarito menegaskan,  masalah lingkungan  di Jikomalamo tidak hanya  reklamasi, tapi  juga  penggerukkan bukit batu di lokasi pembangunan villa. "Pemkot tidak usah bohong-bohong, urus biar cepat selesai, agar masyarakat  dapat faedah. Kita perlu pembangunan, tapi anda juga tidak boleh merusak alam, anda tidak boleh menginjak-injak hukum, dan saya percaya investor top tahu ini, investor bajingan aja yang tidak tahu," tegasnya.

Margarito  mengaku siap mengawal masalah lingkungan di Jikomalamo jika tidak diselesaikan pihak terkait di daerah. "Saya sudah bicara  sama teman-teman di Jakarta, saya sudah dengar percikan ini. Saya akan dengan senang hati urus barang ini," tandasnya. (azr)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama