Header ads

Header ads
» » Maluku Utara Ekspor Produk Baru

Kenaikan volume ekspor nikel dari Maluku Utara
TERNATE-Kantor Bea dan Cukai Ternate menyatakan, selama bulan April telah dilakukan ekspor berbagai produk baru jenis nikel ore dari Pulau Obi dan Gebe.

“Ekspor komoditi baru yaitu Nickel Ore dengan tujuan ke Cina,” kata Humas Kantor Bea dan  Cukai Ternate,  Soma Bagaskoro saat dihubungi (9/5).

Dia menjelaskan, sesuai peraturan bahwa barang jenis Nickel Ore mentah bisa diekspor dengan persyaratan tertentu, artinya biaya tambahan kaluar akan masuk ke daerah sebanyak 10 persen.

"Dengan begitu selama bulan April lalu, Malut mendapatkan biaya pemasukan sebesar 1,7 miliar dan itu hanya untuk Nickel Ore," kata Soma.

Sedangkan untuk eksport di Pulau Obi, tidak dikenakan biaya keluar sehingga pemasukan untuk Malut mengenai biaya tambahan keluar.

Akan tetapi, besinya sangat lebih tinggi,  karena Nickelnya sudah dalam bentuk olahan, selain kandungan besinya tinggi, terdapat juga kandungan karbon.

Sedangkan untuk nilai devisa eksport yang dilakukan oleh PT Megah Surya Pertiwi di Pulau Obi Sebesar Rp263,4 miliar dengan tujuan Virginia Island (Inggris Raya-red).

Sedangkan untuk nickel ore yang dilakukan PT Fajar Bhakti Lintas Nusantar di Pulau Gebe dengan jumlah nilai devisanya Rp 20,7 miliard dengan tujuan Cina.

"Di samping itu,  ada izin dari Kementerian SDM yang perbolehkan mengekspor nickel ore dengan kadar 1,7 persen, selebihnya tidak diperbolehkan atau dilarang, namun harus membayar 10 persen harga patokan eksportnya," terangnya.

Soma menambahkan, untuk smelter yang di Pulau Taliabu sampai saat ini belum melakukan eksport, sebab yang di Taliabu masih dalam proses pembangunan smelter.

Sedangkan, untuk Antam sendiri rencananya akan melakukan eksport pada Mei ini dengan Nickel ore, bahkan Antam atau perusahaan Aneka Tambang tersebut sudah mendapatkan persetujuaan eksport.

"Untuk Malut hanya dua smelter yang mendapatkan izin eksport Nickel Ore yaitu PT Fajar Bakti Lintas Nusantar dan PT Aneka Tambang," jelasnya.

Selain itu, rencana eksport Antam pada tahun ini diperkirakan akan mencapai 1 sampai 2 juta ton dan untuk Weda by Nickel hanya berada pada kegiatan antar pulau, berbeda dengan NHM. NHM sendiri melakukan eksport namun tidak melalui Malut, melainkan dari Bitung dan Jakarta. Sebelum dieksport barang mentah tersebut dibawa ke Jakarta untuk diolah menjadi mas untuk hasil produksinya, barulah dilakukan eksport.

"Ke depan hal seperti itu harus didorong agar kegiatan eksportnya dilakukan di Malut, agar menambah PAD untuk Malut, selain itu,  dana bagi hasil juga akan di terima oleh Malut," cetusnya. (nod)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama