Header ads

Header ads
» » Korupsi BOS, Kejari Periksa Tujuh Saksi

Ilustrasi
LABUHA-Pengusutan dugaan korupsi dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) SMP Negeri 42 Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan tahun anggaran 2012-2016 terus dikebut Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan. Penyidik korps Adhyaksa ini pada Senin (15/5) pagi memeriksa tujuh saksi dalam  kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp608 juta itu.

Ketujuh saksi itu adalah Amin Taraju, ketua komite 2014-2015, Bakar Karim, ketua komite 2016, Bakar Kala, Bahmid Hi. Sukur, Soleman Aba, orang tua siswa, Ani Fatah dan Firia Wahid, guru hohorer. “Ketujuh saksi hadir memenuhi panggilan penyidik pukul 10.00,” kata Kasi Pidsus Kejari Halmahera Selatan Zico Extrada, Senin (15/5).

Dia menyebutkan,  pemeriksaan terhadap ketujuh saksi  adalah pemeriksaan perdana pasca gelar ekspos status kasus tersebut pada Jumat 12 Mei 2017. Menurutnya, dalam gelar ekspos tersebut terungkap satu nama yang akan dimintai pertanggung jawabannya secara pidana karena diduga menyalahgunakan dana BOS.

Ditanya soal nama calon tersangka, Zico mengatakan dalam kasus ini pihaknya belum menetapkan tersangka. Tetapi ia membenarkan  sudah ada calon tersangka berdasarkan hasil ekspos. "Belum ada tersangka, kalau calon dalam pengertian orang yang kami duga bertanggung jawab dalam dugaan penyimpangan dana BOS sudah ada, tetapi tidak etis untuk kami beberkan sekarang," ungakpnya.

Dari hasil ekspos kata dia, diketahui penyelewengan dana BOS dilakukan oleh kepseknya, Suharto Noh. "Ada banyak yang fiktif. Dari hasil ekspos dana BOS yang seharusnya dipakai untuk pembelian buku dan alat tulis kantor,  faktanya  tidak menggunakan dana dimaksud sehingga ada item-item tertentu yang fiktif, Tapi dalam laporan pertanggung jawaban dibuat seakan-akan semua buku dan alat tulis kantor telah dibeli," tambahnya.

Untuk mempercepat penuntasan kasus ini penyidik akan melakukan pemeriksaan saksi secara maraton. “Hari Selasa besok (hari ini, Red) penyidik akan melanjutkan pemeriksaan terhadap empat saksi di antaranya Wahab Hi Talib, Sarah Hi. Fatah, Jufri Iskandar dan Guntur Hi. Ibra. Mereka adalah guru kelas, sementara total keseluruhan saksi yang digarap dalam penyidikan kasus ini berjumlah 23 orang,” pungkas Zico. (rdx)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama