Header ads

Header ads
» » Kanibal Juara, Fatce dan Fogi Berebut Tapal Batas

Kanibal FC
SANANA-Seandainya, tim sepakbola Kanibal FC tak menjadi juara Forkompida Cup I, desa Fatce dan Fogi tak bersitegang mempersoalkan tapal batas kedua desa. Ini terjadi saat pesta kemenangan Kanibal FC. RT 02 desa Fatce. Kompleks lorong yang diberi nama Kanibal yang berada samping SMAN 1 Sanana dan Polres itu, hingga kini belum jelas statusnya. Apakah masuk desa Fatce atau Fogi.

Sementara tim ini membawa nama Kanibal FC desa Fogi. Sementara  dalam pesta kemenangan, muda-mudi desa Fatce menyebarkan undangan atas nama desa mereka dengan mengundang muda-muda desa Fogi. Melihat undangan itu, masyarakat desa Fogi kepanasan, sebab mereka tahu Kanibal FC Fogi, bukan Fatce. Dinisi masyarakat tersinggung.

Acara yang dihadiri bupati Kepulauan Sula, Hendrata Thes ini, mulai terjadi  bisik-bisik. Saat bupati memberikan sambutan, kondisi mulai ricuh. Batu-batu mulai beterbangan disekitar rumah warga yang tak jauh dari tempat acara. Situasi mulai memanas, karena sejumlah warga Fogi tidak menerima klaim Kanibal masuk Fatce. Demi keamanan, usai memberikan sambutan, bupati langsung meninggalkan tempat acara. Rencananya, usai pembukaan dilanjutkan acara ronggeng pun batal.

Esoknya,  pemerinta desa Fogi menggelar rapat bersana dengan masyarakat membahas tapal batas. Rapat itu pula disetujui pembentukan tim unvestigasi tapal batas. Pemerintah dan masyarakat desa Fogi mengklaim, batas antara Fogi dan Fatce, berada di jalan perumahan SMAN 1 Sanana, otomatis Kompleks Kanibal masuk wilayah administrasi desa Fogi.

Kepala desa Fogi, Dahlam Gelamona meminta pemerintah daerah segera menyelesaikan sengketa tapal batas dua desa. Menurutnya, jangankan batas dua desa, batas kecamatan pun sampai saat ini tidak diketahui berada di wilayah mana.

Sementara kepala desa Fatce, Nurdin Drakel malah tenang-tenag saja. Ia menganggap, ini bukan masalah karena pihaknya telah mengantongi peta pemerintah daerah periode sebelumnya, kompleks Kanibal masuk RT II desa Fatce. “Ini bukan saya yang bicara, tapi ini peta pemerintah daerah,” katanya.

Nurdin berharap, apabila masyarakat Fogi mengklaim sebagai wilayahnya, maka ini diserahkan kepada pemerintah daerah untuk memfasilitasi pertemuan pemerintah dua desa untuk diselesaikan secara kekeluargaan dan musyawarah mufakat,  meski secara administatif dipisahkan batas wilayah, namun kedua desa itu adalah saudara. (sdl)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama