Header ads

Header ads
» » Ini Dia, Rahasia Mengalahkan Gubernur Incumbant Maluku Utara

Ilustrasi pemilihan umum kepala daerah
TERNATE-Staf pengajar program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Halmi Alhadar membeberkan rahasia yang bisa mengalahkan gubernur incumbant, Abdul Gani Kasuba (AKG) dalam pemilihan gubernur mendatang.

Apa rahasianya? Ada  dua hal yang bisa mengalahkan AGK yakni, uang dan program. Apabila kandidat yang didukung dengan finansial yang kuat serta program yang cemerlang akan mengalahkan gubernur incumbant. Sebab selama masa  satu periode kemimpinan AGK, program AGK tidak terlalu menggembirakan. Selain itu, untuk mengalahkan incumbant, maka figur harus  memiliki gagasan dan program cemerlang. “Figur calon gubernur yang telah memasang baliho,  belum satu pun yang memiliki program membawa Maluku Utara ke depan lebih baik,” kata Helmi kepada wartawan, Senin (15/5).

Helmi melihat, figur-figur yang saat ini bermunculan adalah figur yang memiliki track record yang tidak terlalu cemerlang. Ia memprediksi, masyarakat tidak akan memilih mereka, meski pemerintahan dibawah gubernur petahana tidak menggembirakan.

Menurut kandidat Doktor Universitas Pajajaran Bandung ini, kejenuhan masyarakat dalam pilkda sering tidak menghasilkan pemimpin yang memuaskan. Hanya figur segar yang punya program kerja dan reputasi yang baik memungkinkan bisa mengalahkan incumbant, kendati mengecewakan.

Kalau pun ada figur lama, paling tidak harus memiliki dukungan finansial yang kuat, sebab semua figur tidak mampu merangsang masyarakat untuk berpartisipasi dalam pilkada. Masyarakat cenderung bersikp pragmatis akan tergoda dengan politik transaksional.

Menurut pandangan Helmi, dua figur yang saat ini memiliki kemampuan mengalahkan incumbant adalah Rektor Unkhair, Husen Alting dan Sekretaris DPRD provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah. “Tidak ad salahnya dua figur ini ditampilkan, masyarakat harus disodorkan alternatif lain yang lebih mumpuni. Sebab saya melihat, dari waktu ke waktu hanya orang-orang itu,” paparnya.

Helmi mengatakan, jika tidak ada yang bisa meyakinkan masyarakat dengan program, maka masyarakat akan berpikir jangka pendek dan bersikap pragmatis alias siapa yang lebih bisa memberi akan dipilih. Namun ada beberapa figure alternative yang bermunculan seperti Burhan Abdurahman, Ikram Haris maupun Rudi Erawan, selama kepemimpinan meraka  tidak terlalu memuaskan.

Apalagi Ikram dan Rudi belum menjadi wacana  masyarakat, bahkan  mereka  belum banyak berbuat untuk masyarkat. Belum lagi ada pembritaan yang tidak bagus untuk pencitraan kedua figur ini.  Menurutnya, Husen Alting dan Abubakar Abdullah hanya sekedar penilaian berdasarkan diskusi.

“Kalau ada yang lebih baik dari mereka, kenapa tidak. Intinya, petahana  bisa dilawan dengan uang yang banyak atau gagasan dan program yang cemerlang. Jadi orang yang tidak punya uang  tapi bisa melawan petahana hanya Husen Alting dan Abubakar Abdullah,” tandasnya. (jun)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama