Header ads

Header ads
» » Front Pemuda Peduli Pancasila Malut Tuntut Pembubaran HTI

Demo tuntut HT dibubakan di Maluku Utara
TERNATE-Front pemuda peduli Pancasila Maluku Utara yang tergabung didalamnya Himpunan Pelajar Mahasiswa Halmahera Barat (HPMH), LMND, SMI,  DJAMAN MALUT, Himpunan Mahasiswa  Gebe (HMG), PERGEMO dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Koordinator aksi Alimun Nasrun menyatakan, mengawal pernyataan Pemerintah RI  tentang pembubaran Ormas yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 dan menuntut pembubaran HTI di Malut,  Sejumlah spanduk simpatik terhadap NKRI dibawa massa aksi diantaranya bertuliskan “Mengawal pernyataan Pemerintah RI tentang pembubaran Ormas bertentangan Pancasila dan UUD 1945, Save Pancasila, Save NKRI dan Pancasila, Save Islam Nusantara”.

Selain itu, massa aksi  membagikan selebaran. Isinya, Pancasila merupakan sebuah konsensus politik  dalam perumusanya melibatkan semua keterwakilan golongan, sehingga tidak perlu  menjadi sebuah perdebataan karena bersifat final hingga era rofermasi hari ini, Pancasila memiliki posisi dan kedudukan hukum sebagai norma dasar yang sifatnya meta legal dan berada diatas Undang-Undang.

Sebab itu,  merubah Pancasila berarti membubarkan Negara Kesatuan Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila membingkai semua ajaran agama  di Indonesia, membingkai semua suku bangsa dan golongan  di Indonesia untuk hidup berdampingan dengan gotong royong, sehingga tidak bisa diusik  dengan gerakan Islam transnasional yang merongrong keutuhan dan toleransi antara umat beragama di NKRI.

Rakyat Nusantara berkeragaman dan prularisme telah hidup rukun dibawah kekuasaan kerajaan-kerajaan  yang di galih oleh Soekarno dan pendiri bangsa yang lain ketika dalam mempersiapkan kemerdekaan  Indonesia yang diberi nama Pancasila, sebagai mana pengakuan Soekarno tidak pernah mengakui pencipta Pancasila tapi hanya sebagai penggali Pancasila.

Hari ini  ada beberapa ormas Islam transnasional  melakukan gerakan untuk merubah ideologi Negara Indonesia (merubah Pancasila) dan menjustis  Indonesia sebagai negara setan lewat deklarasi dan penyebaran pamflet-pamflet diberbagai daerah  di  yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka sebagai anak pewaris riwayat sejarah perjuangan kemerdekaan  Indonesia  tidak sepakat dengan  ormas yang anti Pancasila.

“Jika  sekedar melakukan dakwah syariat Islam untuk perbaikan moral anak bangsa kami  mendukung, namun jika ingin mendirikan negara dalam negara seperti yang dilakukan oleh Hizbu Tahrir Indonesia (HTI) dengan merubah republik menjadi monarki absolut (system Khilafah) maka tanah tumpah darah ini akan menjadi lautan api karena bangkai mayat yang dibakar,” papar Alimun.

Dengan dakwah syariat Islam memiliki sifat yang wajib bukan sunnah atau makruh bagi setiap umat islam, begitu pula  Hizbu Tahrir Indonesia (HTI), namun visi  misi HTI yang ingin merubah Pancasila dan mengusung pembentukan negara Islam bersistemkan khilafah Islamiyah  telah mengingkari dan menghianati  pendiri negara  Indonesia.

Mereka mendukung  Menkopolhukam Wiranto yang membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) merupakan  langka  tepat karena HTI karena tidak memberikan peran positif dalam pembangunan nasional. HTI sebagai ancaman keamanan nasional dan dapat terjadi benturan social. Untuk itu Pemuda Fron Peduli Pancasila Maluku Utara berjanji pengawalan Pernyataan pemerintah RI mengenai pembubaran ormas yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Dalam pernyataan sikapnya, Front Pemuda peduli Pancasila mendesak  Pemerintah RI dan Penegak hukum  mempercepat pembubaran dan pelarangan aktifitas HTI di berbagai daerah. Mendesak  Gubernur Malut  segera mengambil langka membubarkan dan melarang HTI di Maluku Utara. Mendesak Pemkot  melarang aktifitas Ormas anti Pancasila di kota Ternate.

Dalam aksinya di depan Polda, perwakilan massa  diterima  Dirbimmas Polda Malut, Kombes Nasihin untuk  hearing terbuka. Dalam hearing  Kombes Nasihin mengucapkan terima kasih  ‎”Saya ucapkan terima kasih kepada pemuda yang sudah ambil langlah-langkah  baik, NKRI harga mati itu yang kita pegang,” pintanya.

Ia mengajak  agar sama-sama membasmi ormas yang bertentangan dengan  Pancasila dan percayakan aparat keamanan untuk menanganinya. Nasihin  berjanji apa yang disampaikan  akan  sampaikan kepada Kapolda. (san)

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama