Header ads

Header ads
» » » BPS Malut Louncing Sensus Ekonomi 2016

TERNATE-Badan Pusat Satistik (BPS) Provinsi Maluku Utara (Malut)  Rabu pekan lalu  melounching hasil Sensus Ekonomi (SE) Malut  pada  2016. Lounching dilaksanakan  di Royal Resto,  Kalumpang itu turut dihadiri Wakil Gubernur Malut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malut, Kepala Ditjen Perbendaharaan Malut, Instansi terkait dan juga para pelaku usaha.

Sesuai data hasil pendaftarn (Listing) usaha atau perusahaan SE 2016 tercatat sebanyak 82,60 ribu usaha non pertanian yang dikelompokan dalam 15 kategori lapangan usaha sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapang Indonesia (KBLI) 2015, meningkat 57,74 persen dibandingkan hasil SE 2006 yang berjumlah 52,37 usaha.

"Bila dibedakan menurut skala usaha, 81,4 ribu usaha atau sebesar 98,61 berskala Usaha Mikro Kecil (UMK) dan 1,1 ribu usaha atau sebanyak 1,39 persen berskala Usaha Menengah Besar (UMB)," Kata Kepala BPS Malut, Misfahruddin saat memaparkan hasil sensus.

Untuk katagori lapangan usaha, didominasi perdagangan besar dan eceran yaitu sebanyaj 40,34 ribu usaha atau sebanyak 48,84 persen dari seluruh usaa yang ada di Malut. Diikuti  lapangan usaha industri pengolahan sebesar 11,99 ribu usaha atau sebesar 14,52 persen, penyediaan akomodasi dan penyediaan makanan dan minum sebesar 12,22 dan selebihnya sebanyak 24 persen merupakan lapangan usaha lainnya.

Sebaran usaha antar Kabupaten/Kota lanjut Misfahruddin menunjukan 55,72 persen usaha terkonsentrasi di Kota Ternate, Halamahera Selatan dan Halmahera Utara. Karena sebanyak 20,17 ribu usaha atau sebanya 24,41 persen berlokasi di Kota Ternate, diikuti Kabupaten Halmahera Selatan sebanyak 13,56 ribu  usaha atau 16,42 persen dan Kabupaten Halmahera Utara sebanyak 12,29 ribu usaha atau sebesar 14,88 persen. Selebihnya lokasi usaha tersebar di tujuh Kabupaten Kota/Kabupaten.

Sementara hasil pendaftaran SE 2016 menunjukan  distribusi tenaga kerja menurut kategori lapangan usah  sejalan dengan jumlah usaha,  didomisili  lapangan usaha pendagang besar dan eceran sebanyak 67,74 ribu tenaga kerja atau 33,74 persen dari tenaa kerja yang ada di Malut.  "Kemudian diikuti  lapangan usaha pendidikan sebanyak 32,58 ribu atau 16,23 persen dan lapangan usaha industri pengelolaan sebanyak 24,22 ribu atau 12,06 persen dan selebihnya sebesar 37,97 persen merupakan lapangan usaha lainnya," jelasnya.

Selain  sebaran tenaga kerja antar Kabupaten/Kota di Malut didominasi  kategori lapangan usaha C, G dan I. Untuk lapangan usaha perdagangan besar dan enceran di Malut mencapai 40.344 usaha atau sebanyak 48,84 perseung terakhir adalah lapangan usaha penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum sebesar 10.094 usaha atau sekitar 12,22 persen.

Menurut Misfahruddin,  lapangan usaha perdagangan besar dan eceran di Kota Ternate mencapai 8.195 atau sebanyak 20,31 persen, disusul Kabupaten Halmahera Utara sebesar 6.721 atau sebanyak 16, 66 persen,  Kabupaten Halmahera Selatan sebesar 6.694 atau sebanyak 16,59 persen dan  kabupaten  lainya sebanyak 18.734 atau sekitar 46,44 persen.

Untuk lapangan usaha industri pengolahan jumlah usaha di Kota Tidore Kepulauan mencapai 2.410 atau sekitar 20,09 persen, disusul Kabupaten Halmahera Selatan sebesar 2.208 atau sebesar 18,40 lalu diikuti Kota Ternate sebesar 2.151 atau sebanyak 17,93 persen dan juga diikuti Kabupaten/Kota lainnya sebesar 5.229 persen atau sebanyak 43,58 persen. (nod)
 

By taliabu pos

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama